RADAR JOGJA - Gelombang pasang di sederet pantai selatan Bantul menimbulkan abrasi hingga merusak beberapa bangunan di kawasan pesisir. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), fenomena itu setiap tahun ada, gelombang ombak mencapai 2,5 meter.
Kepala Pelaksana BPBD DIJ Noviar Rahmad mengatakan fenomena ini terjadi di Pantai Pandansimo, Kwaru, Samas, Parangtritis, dan Depok. Selain itu, deretan pantai di Kulon Progo yakni Goa Cemara dan beberapa pantai di daerah Srandakan juga mengalami hal serupa.
Setiap tahun pantai itu mengalami abrasi dikarenakan gelombang yang tinggi. "Karena abrasi itu dari tiap tahun ada, gelombang setinggi dua meter sampai 2,5 meter," ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (4/10).
Namun tidak demikian dengan pantai di wilayah Gunungkidul. Walaupun ombak juga tergolong besar, abrasi tidak terlalu signifikan. Menurutnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) selalu memberikan informasi terkait kondisi gelombang di pantai.
Baca Juga: Ikrar Netralitas selama Pilkada, Pjs Bupati Kebumen: ASN Netral Bukan Buta dan Tuli Politik
"Di sana tidak terlalu signifikan, struktur pantai di Gunungkidul banyak karang," jelasnya.
Menanggapi hal itu, BPBD DIJ telah mengingatkan kepada pemilik warung yang berada di pinggir pantai. Sejak tahun 2016 imbauan itu selalu digaungkan untuk antisipasi adanya korban saat gelombang tinggi.
"Dulu Bapak Gubernur juga sampai ke sana untuk mengingatkan, karena dulu juga pernah ada kejadian di tempat yang sama dan diperintahkan untuk pindah," bebernya.
Menurutnya, batas pendirian bangunan 100 meter dari titik pasang gelombang tertinggi. Namun beberapa warga masih ada yang tidak mengindahkan imbauan itu. Pihaknya hanya bisa melakukan imbauan dan tidak berwenang untuk membongkar secara laksa.
"Harapan kami masyarakat bisa mengatur diri sendiri untuk keselamatan agar tidak membangun di sepanjang pantai," jelasnya. (oso/laz)
Editor : Heru Pratomo