Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Seorang Ibu di Bantul Terkejut Mendapati Anaknya Tewas Gantung Diri di Rumah

Khairul Ma'arif • Kamis, 3 Oktober 2024 | 03:06 WIB

Kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa Jogjakarta dalam beberapa waktu terakhir cukup marak. Tidak saja terjadi di kamar kos, tapi juga di area publik. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa Jogjakarta dalam beberapa waktu terakhir cukup marak. Tidak saja terjadi di kamar kos, tapi juga di area publik. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

PERINGATAN!!

 

BERITA INI BUKAN DIJADIKAN UNTUK CONTOH PERILAKU DAN DITIRU. KETIKA SEDANG DEPRESI ADA BAIKNYA MENDATANGI PSIKOLOG ATAUPUN DIPERIKSAKAN KEPADA DOKTER YANG TEPAT

 

BANTUL – Seorang ibu di Ngestiharjo, Kasihan, Bantul sangat terkejut saat mendapati anaknya tewas gantung diri di rumahnya. Peristiwa nahas itu terjadi Rabu (2/10/2024) saat pagi hari.

Sumiyati berteriak sejadi-jadinya saat melihat anaknya Gaga Pribadi, 28, tewas gantung diri di rumahnya. Teriakan perempuan berusia 67 tahun itu mengundang tetangganya berdatangan ke rumahnya. Indriyanto dan Diaz Mada langsung masuk ke rumah kejadian dan sudah melihat korban tergantung.

 Baca Juga: Kontingen NPC Yogyakarta Sudah Diberangkatkan ke Solo, Berkekuatan 133 Atlet, 47 Pelatih, dan Puluhan Ofisial

“Lantas keduanya berinisiatif mengangkat korban dan mengambil pisau untuk memutus tali,” ujar Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry, Rabu (2/10/2024).

Awalnya sempat dicek keadaan korban kemudian berusaha untuk memberikan pertolongan pertama berupa memompa dada dengan tangan dan memberi nafas buatan. Tidak adanya reaksi sehingga dibawa ke RS Ludiro dengan mengendarai motor bonceng tiga.

Sesampai di rumah sakit, diperiksa dan dinyatakan meninggal dunia. Kemudian dibawa pulang untuk segera dimakamkan. Ketika di rumah, korban diperiksa kembali oleh Puskesmas Kasihan II yang dipimpin oleh dr Marvilia Trianawati dan tim Inafis Polres Bantul yang dipimpin Iptu Tono Wibowo. “Kemungkinan almarhum sekitar jam 04.00 pagi sudah menggantung, ada tanda bekas jeratan tali di leher korban, tidak ada tanda tanda kekerasan,” sebut Jeffry.

Dari tali yang ditemukan tali bukan simpul biasa. Simpul tali adalah simpul yang langsung ketat di leher. Saat diberi napas buatan, korban masih menunjukkan respons. Namun ketika dibawa ke rumah sakit, disebut sudah flat.

Pihak keluarga menerima atas kematian korban dan menganggap sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan bermaterai dan korban segera dimakamkan.  (rul/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#gantung diri #bunuh diri #polres bantul