Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sepanjang 2024 Kunjungan Wisatawan ke Bantul Sentuh 1,8 Juta Orang, namun Target PAD Pariwisata Baru Mencapai 46 Persen

Khairul Ma'arif • Rabu, 2 Oktober 2024 | 05:04 WIB

 

DIMINATI: Masyarakat saat mengunjungi Pantai Parangtritis untuk menikmati event layang-layang internasional Juli lalu.
DIMINATI: Masyarakat saat mengunjungi Pantai Parangtritis untuk menikmati event layang-layang internasional Juli lalu.

BANTUL - Sepanjang 2024 Kabupaten Bantul dikunjungi sebanyak sekitar 1,8 juta wisatawan. Namun dari jumlah kunjungan wisatawan sebanyak itu, pendapatan asli daerah (PAD) Bantul dari sektor pariwisata baru mencapai sekitar Rp 23 miliar.

Artinya baru mencapai 46 persen dari target PAD pariwisata yang ditargetkan pada 2024 yakni Rp 49 miliar. Sepanjang September sendiri ada 169 ribu wisatawan dengan capaian PAD Rp 2,4 miliar. "Secara logika ini jelas sulit tercapai," ujar Adyatama Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi, Selasa (1/10/2024).

Dia menuturkan, banyak faktor yang mengakibatkan sulitnya tercapai target PAD pariwisata. Di antaranya kenaikan biaya retribusi menjadi Rp 15 ribu baru dimulai pada Mei 2024. Bukan dari awal tahun. Selain itu, wisatawan di Bantul khususnya ke kawasan pantai hanya ditarif satu kali bayar.

 Baca Juga: Crossway Sering Kebanjiran, Jembatan Baru Kedungwanglu di Banyusoco, Playen, Gunungkidul Mulai Dibangun

Berbeda dengan wisatawan yang ke pantai di Gunungkidul yang selalu dikenakan tarif pembayaran setiap pindah pantai. "Kalau Bantul wisatawan masuk ke Pantai Depok, keluar-masuk ke Pantai Goa Cemara tidak bayar," sebutnya.

Ditambah garis pantainya yang panjang dengan variasi ada yang pasir putih dan hitam. Pria yang biasa disapa Ipung itu menuturkan, akan dihitung lagi dari target tahun ini tercapai atau tidak PAD yang ditetapkan. Menurutnya itu akan menjadi acuan ke depan mengenai target PAD pariwisata selanjutnya.

Sementara itu, Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra target PAD Rp 49 miliar sangat berat untuk dicapai di sisa tahun ini. Ditambah sekarang lagi ada pesta demokrasi daerah. Kondisi itu mengakibatkan penyerapan anggaran menuju kegiatan Pilkada Bantul 2024. Menurutnya, ini menjadi catatan bahwa pariwisata sangat mudah sekali terkontaminasi isu-isu yang berbau politik.

Selain politik, persoalan promosi dan publikasi dinilainya cukup kurang. "Mengakibatkan kunjungan wisatawan menurun," bebernya.

Meskipun perbaikan infrastruktur memang sudah baik dilakukan, namun tentu itu saja tidak cukup. Karena membutuhkan tata kelola. Manajemen tata kelola dinilai Yohanes masih minim. Sinergitas harus dikedepankan dibandingkan ego sektoral belaka. (rul)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#objek wisata Bantul #PAD (Pendapatan Asli Daerah) #Wisatawan #retribusi #dispar bantul #pantai