BANTUL - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Bantul memiliki cara tersendiri dalam pelestarian warisan dan cagar budaya. Satu di antaranya ialah melangsungkan jelajah situs melibatkan masyarakat. Terbaru, menyasar Petirtaan Payak dan Candi Gampingan di Piyungan.
Kepala Seksi Warisan Budaya Benda Disbud Bantul Elfi Wachid Nur mengatakan, jelajah situs difasilitasi instansinya dari akomodasi dan konsumsi. Menurutnya, pada gelaran terakhir ada 50 orang yang turut serta. Jelajah situs tidak sekadar keliling destinasi sejarah tetapi ada penjelasan dari ahlinya.
Jelajah situs ini, diklaim sebagai upaya mengenalkan jati diri dan menumbuhkan kecintaan terhadap pelestarian. "Menumbuhkan rasa bangga bahwa Bantul memiliki objek masa lalu yang luar biasa," ujarnya Selasa (1/10/2024).
Menurutnya, pengenalan dan pelestarian cagar budaya menjadi penting karena proses penetapannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab mulai dari penemuan lantas pengecekan dan penelitian.
Selain itu, ada juga proses administrasi seperti surat keputusa (SK) kepala disbud dan bupati Bantul. "Cagar budaya tidak diperkenankan untuk diubah secara total," ungkap Epy, sapaan akrabnya.
Oleh karena itu, jelajah situs diharapkan dapat menjadi sarana penyebarluasan cagar budaya yang ada di Bantul. Kehadiran peserta jelajah situs yang mengambil gambar dan mengunggahnya ke berbagai platform media sosial menjadi promosi yang dinilai optimal.
Sementara itu, Kepala Disbud Bantul Yanatun Yudiana menambahkan, pada Oktober ini akan digelar lagi jelajah situs. Namun kali ini menyasar 50 siswa SMP. Mereka bakal diajak ke tempat penyimpanan benda-benda warisan budaya Bantul. Yakni di Balai Pelestarian Budaya (BPK) Wilayah X yang berada di Kabupaten Sleman. "Itu benda-benda berharga selain nilai historisnya itu juga berharga bendanya karena dari emas," ungkapnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita