BANTUL – Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta (STIMARYO) menggelar aksi penanaman 1.500 bibit mangrove di Laguna Pengklik, Srigading.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian pesisir pantai dan mencegah abrasi.
Ketua STIMARYO Wegig Pratama mengatakan gerakan rehabilitasi mangrove.
Didukung oleh berbagai perusahaan mitra dan komunitas lokal serta institusi pendidikan.
"Gerakan penanaman mangrove dalam rangka mencegah abrasi pantai," kata Wegig Pratama di sela kegiatan penanaman mangrove pada Kamis (26/9/2024).
Program menjaga pelestarian pantai dari abrasi juga melibatkan para pelajar.
Generasi muda dan masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya konservasi lingkungan.
"Total peserta penanaman mangrove melibatkan lebih dari 150 peserta."
"Dengan terget penanaman lebih dari 1.500 bibit," ujarnya.
Mereka yang terlibat mulai dari taruna STIMARYO, pelajar SMKN 1 Sanden, dosen, hingga kelompok konservasi lokal.
Dia ingin aksi peduli lingkungan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan lingkungan serta masyarakat sekitar.
"Hal tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam rehabilitasi hutan mangrove di pesisir nusantara," terangnya.
Laguna Pengklik merupakan kawasan konservasi mangrove yang terletak di sepanjang Pantai Samas, Kabupaten Bantul.
Selain sebagai kawasan konservasi, Laguna Pengklik dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari.
Hasil kolaborasi antara pemberdayaan masyarakat dan dukungan pemerintah daerah di tingkat kalurahan. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin