BANTUL - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY melanjutkan sosialisasi Program Beasiswa Pendidikan Menengah Tahun 2024. Setelah di Kalurahan Sabdodadi, Bantul, kegiatan serupa diadakan di Kalurahan Bangunharjo, Sewon, Bantul.
Sama seperti sebelumnya, sosialisasi diikuti 50 peserta. Mereka berasal dari beragam latar belakang. Harapannya semakin banyak masyarakat yang mengetahui program beasiswa yang disediakan Pemda DIY. “Ada empat jenis beasiswa yang bisa diakses masyarakat,” ucap Anggota
DPRD DIY Umaruddin Masdar saat menjadi narasumber sosialisasi Selasa (24/9/2024).
Umar, sapaan akrabnya, mengungkapkan, beasiswa pendidikan menengah itu bertujuan mengurangi atau menghilangkan angka putus sekolah karena alasan biaya. "Jogja sebagai kota pelajar idealnya tidak ada yang tidak sekolah," ujarnya.
Beasiswa pendidikan menengah itu menyasar pelajar SMA/SMK baik negeri maupun swasta. Tak termasuk siswa madrasah aliyah (MA) swasta atau negeri. Disediakan hanya untuk pelajar tidak mampu. Pemda DIY menyiapkan anggaran beasiswa agar angka partisipasi sekolah menengah tetap tinggi.
Kartu cerdas menjangkau 14.230 murid SMA/SMA. Rinciannya kuota SMA sejumlah 5.000 siswa dan SMK sebanyak 9.230 pelajar. Besaran beasiswa kartu cerdas Rp 1,5 juta setiap siswanya pertahun. Sedangkan beasiswa JKP menyasar 600 pelajar. Mereka terdiri dari 200 siswa SMA dan 400 murid SMK. Maksimal beasiswa JKP sebesar Rp 4 juta.
JKP merupakan beasiswa yang khusus diberikan bagi pelajar yang ijazahnya ditahan karena masalah biaya. Nantinya besaran bantuan biaya yang diberikan disesuaikan dengan kekurangan biaya pendidikan. “Ada batasan nilai bantuan yang dapat diberikan,” terangnya.
Beasiswa retrieval menyasar kalangan siswa yang belum atau berhenti sekolah di tengah jalan. Kapasitasnya 200 siswa dengan pembagian 100 murid SMA dan 100 pelajar SMK. Beasiswa yang diberikan senilai Rp 3 juta setiap tahunnya.
Sedangkan beasiswa kelengkapan pendidikan menyasar mereka yang kesulitan membeli perlengkapan sekolah. Misalnya seragam, sepatu, dan tas. Kuotanya sebanyak 470 siswa. Sebanyak 235 murid SMA dan 235 pelajar SMK dengan nilai beasiswa Rp 850 ribu per paketnya.
Lurah Bangunharjo Nur Hidaya berterima kasih atas adanya sosialisasi Program Beasiswa Pendidikan Menengah Tahun 2024 ini. Sosialisasi itu penting karena warga di wilayahnya bisa mengakses program tersebut. Dia juga ingin warganya yang putus sekolah atau tidak dapat meneruskan pendidikan menengah dapat diminimalkan jumlahnya. “Syukur tidak ada,” katanya.
(rul/kus)