BANTUL - Seluruh lapisan stakeholder terkait di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) serta Forkopimda Bantul mendeklarasikan Pilkada 2024 damai. Seluruhnya sepakat tanda tangan untuk Pilkada 2024 yang damai untuk menjaga kondusivitas di Bantul.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menjadi sosok pertama yang membubuhkan tanda tangan. Lantas disusul kepala Kejaksaan Negeri Bantul dan Kapolres Bantul. Selain itu, kalangan partai politik (parpol) yang terlibat Pilkada Bantul 2024 juga turut tanda tangan sebagai wujud deklarasi damai. “Deklarasi damai ini perlu dilakukan agar Pilkada Bantul berjalan penuh dengan persahabatan dan kegembiraan sehingga keselamatan dan keamanan terjaga,” ujar Halim Jumat (20/9/2024).
Menurutnya, seluruh bakal pasangan calon (bapaslon) dan masyarakat Bantul sudah memiliki kedewasaan dalam berpolitik. Mengingat rekam jejak yang panjang selama bertahun-tahun silam. Sehingga mereka akan dapat menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi persaudaraan.
Politikus PKB Bantul ini pun akan turut maju dalam Pilkada Bantul 2024. Dia akan menjalani cuti mulai 25 September 2024. “Rumah dinas akan kosong mulai 25 September,” tuturnya.
Barang-barang pribadi juga akan dibawanya pulang ke rumah pribadinya. Nanti setelah masa kampanye selesai, dia baru akan menempati kembali rumah dinas.
Pun dengan ajudan, tidak akan mendampinginya selama masa cuti. Namun sesuai peraturan perundang-undangan, akan ada pengawasan dan pengawalan dari polisi selama masa kampanye berlangsung.
Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Michael Risakotta membeberkan, 24 personel akan disiapkan untuk mendambingi masing-masing calon kepala daerah. Mereka akan bekekrja bergantian dua shift dalam 24 jam.
Selama masa kampanye, dia juga memastikan tidak adanya knalpot brong. Jika ada, akan ditertibkan dan dikenai sanksi. Pun dengan jalur setiap basis pendukung, akan diatur. “Sehingga tidak saling bertemu di jalan,” ucapnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita