BANTUL - Satu rumah dan satu mobil di Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul menjadi sasaran perusakan oleh orang tak dikenal atau OTK. Kerusakan berupa kaca rumah dan mobil yang bolong serta retak karena bekas tembakan. Itu karena didapati sejumlah peluru gotri di sekitar lokasi kejadian.
Adapun kejadian perusakan rumah di Padukuhan Mandingan, Kalurahan Ringinharjo pada Rabu (18/9) sekitar pukul 02.30. Sedangkan peristiwa perusakan mobil di Padukuhan Bogoran, Kalurahan Trirenggo pada Minggu (15/9) sekitar pukul 22.00. Polisi sudah mendatangi masing-masing dua lokasi kejadian tersebut.
Minarti, yang rumahnya bolong, bersyukur tak ada yang tidur di ruang tamu saat kejadian penembakan. Itu karena biasanya anaknya tidur di ruang tamu. Peristiwa tersebut membuat sejumlah kaca rumahnya mengalami retak dan bolong. Saat kejadian, dia mengaku mendengar suara tembakan tetapi tidak terlalu keras.
Awalnya dikira paralon pecah namun tidak langsung membuatnya percaya karena ada suara motor. "Saya pastiin ke depan kok kacanya bolong," ucapnya, Rabu (18/9). Akhirnya, perempuan 39 tahun itu memanggil suaminya untuk turut mengecek.
Lantas ditemukan sejumlah gotri di dalam rumah. Totalnya ada lima peluru gotri yang ditemukan di dalam rumah. Pecahan kaca yang bolong tidak berserakan hanya di sekitar jendela saja. Ada dua peluru gotri yang ditemukan di luar rumah.
"Ada delapan tetapi yang ditemukan tujuh gotri dan sudah dibawa polisi," imbuhnya. Dia bersyukur tidak ada korban luka dari anggota keluarganya. Minarti mengaku, selama ini tidak memiliki masalah dengan siapapun.
Sementara itu korban mobil kaca bolong dan retak Siti Khoiriyatun mengungkapkan, perusakan terhadap mobilnya dilakukan dari jarak dekat. Saat dia mengecek ke uar asap dari kaca mobil tersebut. Ternyata kaca mobil belakangnya sudah bolong dan retak.
Baca Juga: Walaupun Masih Ada Evaluasi, KPAI Puji Langkah Pemkab Kulon Progo dalam Melindungi Anak
Baca Juga: Tiga Pamsimas Baru Jangkau Ribuan Warga, Segini yang Dianggarkan untuk Penanganan Krisis Air Bersih
Perempuan 46 tahun itu menceritakan, OTK yang melakukan perusakan terekam CCTV. "Dari CCTV ada satu orang naik Nmax," tuturnya. Menurutnya, penembakan yang dilakukan dari jarak dekat dan berhenti sebentar.
Dia sangat menyayangkan penyerangan ini karena kasihan psikis anaknya. Itu karena menimbulkan rasa takut tetapi tidak ada dampak fisik. Diharapkannya, agar pelaku dapat terungkap karena mencemaskan warga Bantul. Itu karena kami yang tidak mengetahui apa-apa terdampak.
Editor : Heru Pratomo