BANTUL - RSUD Panembahan Senopati (PS) terus berbenah untuk meningkatkan mutu pelayanan. Yang terbaru, rumah sakit pelat merah ini menginisiasi inovasi Pemikat (program pengembangan manajemen pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan terpadu).
Kabid Penunjang Medik RSUD Panembahan Senopati Siti Rahayuningsih menyebut, inovasi ini meliputi beberapa aspek. Yakni, inventarisasi, pemeliharaan, pengujian, dan kalibrasi alat kesehatan.
”Sehingga, Pemikat merupakan solusi,” jelas Siti, sapaan Siti Rahayuningsih di RSUD Panembahan Senopati Rabu (18/9/2024).
Ya, inovasi yang digagas Siti ini merupakan aksi perubahan atas salah satu persoalan di RSUD PS.
Birokrat yang pernah berdinas di Bagian Hukum Setda Bantul ini menceritakan, Pemikat lahir karena ketidaksinkronan dan ketidakpaduan data dalam kegiatan pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan. Sebab, kondisi ini jika dibiarkan bisa berdampak pada manajemen pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan tidak optimal.
”Pemikat sudah di-launching Bapak Bupati 3 September lalu. Keesokan harinya disosialisasikan kepada bidang, bagian, dan unit atau instalasi RSUD PS,” ucapnya.
Menurutnya, Pemikat dirancang dan dilaksanakan dalam tiga tahapan. Pertama, tahap jangka pendek. Tahapan yang dimulai 1 Agustus hingga 28 September ini diterapkan pada dua unit pengampu. Yakni, unit peralatan kesehatan dan unit aset. Serta tujuh instalasi pengguna alat kesehatan.
”Tahap jangka menengah selama enam bulan berikutnya pada sepuluh unit pengguna alat kesehatan,” paparnya.
Terakhir, tahap jangka panjang. Tahapan berdurasi setahun berikutnya ini menyasar pada dua belas unit pengguna alat kesehatan. Dalam tahapan ini juga dilakukan pengembangan dan integrasi aplikasi Pemikat dengan sistem informasi manajemen lainnya.
Siti berharap Pemikat dapat diterapkan secara berkelanjutan dan terintegrasi. Toh, Pemikat bertujuan untuk mewujudkan keterpaduan dan integrasi sistem manajemen pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan di RSUD PS. Juga, bisa berfungsi sebagai early warning system penggunaan alat kesehatan.
”Serta, efisiensi dan efektivitas penggunaan alat kesehatan,” katanya.
Jika benar-benar diterapkan, Siti optimistis Pemikat dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja, mutu pelayanan kesehatan, dan keselamatan pasien. (zam)
Editor : Sevtia Eka Novarita