BANTUL - Pembangunan Taman Budaya Bantul (TBB) di Kapanewon Pajangan masih menunggu kucuran dana keistimewaan (danais). Meskipun pengajuan ke Paniradya Pati sudah dilakukan, namun belum ada tanda-tanda untuk disetujui.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul Yanatun Yudiana mengatakan, pembangunan TBB ditaksir menelan anggaran Rp 150 miliar. Jumlah itu pun tidak bisa jika hanya mengandalkan APBD dari instansinya. "Di kami APBD Disbud hanya untuk operasional kantor," sebutnya Selasa (17/9/2024).
Dia menuturkan, pengajuan pembangunan TBB dilakukan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul. Diharapkan, pembangunan bisa terealisasi pada 2026.
Sementara itu, Plt DPUPKP Bantul Jimmy Arlan Simbolon membenarkan, jika persetujuan pembangunan TBB dengan danais masih belum disetuju. “Sekarang ini masih menunggu informasi lanjutan dari Paniradya Pati,” ucapnya.
Dia pun tidak inig, TBB akan seperti Taman Budaya Kulon Progo yang kondisinya sudah jauh dari kata standar. Sebab sejumlah fasilitas sudah mengalami kerusakan. Seperti lantainya yang sudah retak. "Orang membangun itu gampang dan cepat setelah itu kan membutuhkan perawatan yang membutuhkan programer yang baik jadwal sehinggga gedung itu tidak mubazir," pesannya.
Butet pun menyarankan, jika memang TBB belum dibutuhkan masyarakat, lebih baik tidak usah dibangun. Menurutnya, akan lebih praktis menghidupkan setiap kapanewon di Bantul dengan diberi hibah gamelan. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk latihan karawitan, menari, ketoprak, hingga wayang. "Itu jauh lebih penting karena akan berpotensi mengisi satu tempat yang kelak bernama taman budaya," lontarnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita