BANTUL - Polisi di Kabupaten Bantul ini membuat terobosan baru di luar kedinasannya.
Namanya Aipda Anto Harmoko. Anggota Polri yang bertugas sebagai Banit Samapta Subsektor Polsek Kretek ini berhasil mengembangkan teknologi tepat guna berbasis Internet of Things (IoT) di bidang pertanian.
Dia menciptakan teknologi penyiraman sawah dengan bantuan Google Assistant melalui perangkat elektronik.
“Inovasi ini dimulai sejak listrik masuk di area persawahan Parangtritis sekitar tahun 2022,” terang Anto, Kamis (5/9/2024).
Selama ini, Anto telah memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengairi lahan pertaniannya yang kini ditanami cabai dan bawang merah.
Lahan pertaniannya berlokasi di Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul.
Anto menjelaskan, bantuan Google Asisstan digunakannya untuk memberi perintah suara mengairi lahannnya.
"Tanpa perlu keliling otomatis lahan pertanian cabai tersirami secara merata," bebernya.
Penggunaan teknologi ini menurutnya masih jarang digunakan di bidang pertanian.
Dengan mengikuti perkembangan teknologi, menyiraman tanaman tersebut dinilai lebih efisien.
Menurutnya, ide ini tercetus diawali dari Anton yang memiliki jiwa petani.
Kesibukan sebagai anggota Polri, serta kecintaannya sebagai petani yang menempanya, hingga tercetuslah ide ini.
Bagaimana kedua profesi itu bisa berjalan dan beriringan, hingga terbesit bagaimana mengefektifkan waktu dengan rutinitas kedinasannya.
"Berkat inovasi ini, saya dapat membagi waktu secara efektif. Sawah tetap terkelola dengan baik, tanpa mengganggu waktu tugas saya,” imbuh pria berusia 43 tahun ini.
Inovasi ini sangat membantu pekerjaannya menyirami tanaman cabai dan bawang merahnya.
Tak hanya efektif, rupayanya inovasi ini, sebut Anton lebih ekonomis.
Karena menghemat biaya produksi dan tenaga di sawah.
Selain itu keunggulan pengembangan teknologi ini bisa dioperasionalkan dari jarak jauh, selama terhubung jaringan internet.
Cara ini jauh berbeda dari metode konvensional, yang cenderung menggunakan pompa air dan boros bahan bakar minyak (BBM) untuk penyiraman.
Belum lagi penyemprotan yang cenderung membutuhkan tenaga manual manusia.
Anton menceritakan, dirinya terinspirasi dari YouTube tentang pemanfaatan Google Assistant dalam kehidupan sehari-hari.
Dari situlah dia berupaya mengadaptasikan teknologi tersebut untuk kebutuhan pertaniannya.
Dia menjelaskan bahwa peralatan yang digunakan cukup sederhana dan terjangkau.
Peralatan yang ia beli antara lain smart plug, smart breaker, sprinkle air, pipa, modem internet, dan CCTV, dengan total biaya sekitar Rp 3 juta.
"Saya membeli peralatan ini sebelum listrik tersedia di sawah. Baru setelah listrik masuk pada tahun 2022, saya mulai memasangnya," ujar Anto anggota Gapoktan Ngudi Makmur Samiran, Parangtritis, ini.
Untuk mengontrol semua perangkat ini, Anto menggunakan aplikasi Smart Life yang dapat diunduh secara gratis di Play Store.
Aplikasi ini memungkinkan Anto untuk mengontrol penyiraman di sawahnya yang memiliki luas sekitar 300 meter persegi hanya dengan perintah suara. (rul)
Editor : Meitika Candra Lantiva