RADAR JOGJA - Angka kunjungan wisatawan di Kabupaten Bantul dari Juli ke Agustus anjlok. Penurunannya hampir separo. Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul mencatat ada 270 ribu pengunjung pada Juli. Namun hanya 144 ribu orang saja yang berkunjung saat Agustus.
Penurunan ini pun, turut berdampak pada penerimaan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. “Juli mencapai Rp 3,9 miliar, sedangkan Agustus hanya Rp 2 miliar," ujar Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Bantul Markus Purnomo Adi Senin (2/9/2024).
Sementara Kepala Dispar Bantul Saryadi mengungkapkan, faktor penurunan wisatawan karena tidak adanya event saat Agustus. Kondisi itu diperparah karena ada isu berita gempa megathrust yang disertai tsunami gencar di media massa bulan lalu. "Liburan Agustus masyarakat lebih banyak mengisi kegiatan dengan acara di lingkungan masing-masing," ungkapnya.
Terpisah, Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra merinci, pada Juli okupansi hotel di Bantul rata-rata mencapai 75-78 persen. Sedangkan di Agustus anjlok hingga 57-60 persen.
Kondisi penurunan okupansi dirasakan seluruh properti hotel yang ada di Bantul.
Menurutnya, faktor lainnya banyak okupansi di Juli karena adanya libur sekolah. "Setelah itu harus bayar sekolah atau kuliah sehingga drop atau kurangnya kunjungan wisawatan ke Bantul," tuturnya. (rul/eno)
Editor : Satria Pradika