i
RADAR JOGJA - Dugaan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan kembali terjadi. Kali ini berada di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Di mana tindakan pelecehan tersebut disinyalir dilakukan oleh dosen kepada mahasiswi.
Merespons situasi tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ISI Yogyakarta melalui Presiden Mahasiswa Akbar Maulana memberi tanggapan sekaligus pernyataan sikapnya.
"Tanggapannya, dari kita meminta sanksi tegas dari Kemendikbud dalam penanganan kasus ini," katanya pada Radar Jogja, Kamis (29/8/2024).
"Karena kasus ini melibatkan dosen yang diurus oleh satgas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS) dan irjen," sambungnya.
Akbar berharap, agar pelaku bisa mendapatkan sanksi yang tegas dan jelas, baik sanksi dari PPKS atau Irjen.
"Jangan sampai membiarkan pelaku berkeliaran di kampus," serunya.
Saat dikonfirmasi terkait jumlah pelaku maupun korban, Akbar menuturkan bahwa korbannya juga lebih dari satu mahasiswi.
"Berdasarkan berita yang di-up sejauh ini, ada empat mahasiswi yang jadi korban, dan dua dosen terindikasi sebagai pelaku," paparnya.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa BEM ISI juga akan mengawal jalannya kasus ini. Secara sikap, dia berujar bahwa BEM akan menyuarakan kampus yang aman dari pelaku kekerasan dan pelecehan seksual.
"Tentunyaa hal ini bisa jadi perhatian khusus, agar tidak adanya korban lain nantinya," harapnya.
"Apalagi sampai membuat mahasiswa tidak nyaman, kita menuntut agar pelaku tidak dibiarkan ada di lingkungan kampus," lontarnya.
Saat dikonfirmasi soal langkah konkret yang akan diambil, dia mengaku masih akan merumuskan dengan anggota BEM. Sekaligus mempelajari lebih dalam tentang kasus tersebut.
"Mungkin langkah kami pertama melalui konten instagram yang dalam waktu dekat, terkait dengan pelaku-pelaku yang berkeliaran di kampus," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika