Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sebanyak 630 Pelajar di Bantul Belajar Ilmu tentang Pernikahan, Ini Penjelasan Kankemenag Bantul

Gunawan RaJa • Senin, 19 Agustus 2024 | 22:05 WIB
BIAR PAHAM - Siswa mengikuti kegiatan penyuluhan perkawinan salah satu sekolah di wilayah Bantul belum lama ini  (Doc Kankemenag Bantul untuk Radar Jogja)
BIAR PAHAM - Siswa mengikuti kegiatan penyuluhan perkawinan salah satu sekolah di wilayah Bantul belum lama ini (Doc Kankemenag Bantul untuk Radar Jogja)

BANTUL - Tidak hanya belajar akademik, para pelajar di Kabupaten Bantul juga diberi ilmu tentang pernikahan. Harapannya ikatan resmi dan legal antara dua individu tidak hanya atas dasar cinta dan sayang namun juga siap emosional, ekonomi dan sosial.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bantul Ahmad Shidqi mengatakan, penyuluhan tentang pernikahan masuk dalam program bimbingan remaja usia sekolah (BRUS).

"Dari bimas Islam (bimbingan masyarakat Islam) menyeluruh di Indonesia," kata Ahmad Shidqi pada Senin (19/8/2024).

Teknisnya berupa bimbingan perkawinan usia nikah. Harapannya ilmu tentang pernikahan dapat diketahui sejak dini oleh masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

"Ini juga sebagai upaya mencegah pernikahan dini. Maka penyuluhan tentang perkawinan diperlukan," ujarnya.

Dikatakan, program BRUS menyasar disemua sekolah. Pelaksanaannya tidak hanya di lembaga pendidikan, namun juga kantor urusan agama (KUA).

"Khusus di sekolah, program ini tidak hanya tertuju pada sekolah umum tapi juga inklusi," terangnya.

Melalui bimbingan pernikahan, peserta didik mendapatkan ilmu tentang banyak hal. Mulai dari spiritual, dan pemahaman reproduksi. Menikah tidak hanya setahun dua tahun tapi sekali seumur hidup.

"Maaf, menikah tidak hanya sekedar sayang antara satu dengan yang lain tapi termasuk pengaturan ekonomi keluarga," ungkapnya.

Sementara itu, Fasilitator dari KUA Bantul Imam Bukhori menyampaikan belum lama ini melaksanakan bimbingan pernikahan di salah satu sekolah menengah atas.

"Diikuti peserta sebanyak 630 siswa, bekerjasama dengan puskesmas," kata Imam Bukhori.

Baca Juga: Perjalanan Tokoh Ikonik Yogyakarta Hamzah Raminten akan Dirangkum dalam Film Dokumenter: Abdi Dalem, Seniman, hingga Pebisnis yang Nyentrik

Dihadapan para siswa pihaknya menggarisbawahi tentang manajemen diri menghadapi pengaruh pergaulan bebas. Terutama melalui media sosial yang sangat pesat.

"Kami berharap kegiatan ini mampu membekali dan menambah wawasan pada siswa," jelasnya.

Selanjutnya siswa paham dan lebih siap dalam menghadapi kehidupan yang semakin komplek saat ini dan pengaruh dari dunia luar. (gun)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#pernikahan di bawah umur #kabupaten bantul #Kemenag Bantul #pernikahan dini #pendidikan reproduksi remaja