RADAR JOGJA – Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kabupaten Bantul bersama klub sepatu roda Nine Speed Bantul (NSB) menggelar kompetisi bertajuk Jogja Friendly Match (JFM) 2024. Diikuti 11 klub dari DIY dan 1 klub dari Jawa Timur, kegiatan ini diharapkan mampu menjaring atlet baru.
“Harapannya dari event ini dapat menjaring bibit-bibit atlet dan juga mengenalkan olahraga sepatu roda,” sebut panitia penyelenggara Meikawati di Kompleks Stadion Sultan Agung Bantul Minggu (18/8).
Dari 12 klub yang ikut bertanding, total atlet yang bersaing sebanyak 240 orang. Mulai dari kategori pemula hingga kategori standar dan speed.
Meikawati menyampaikan, khusus untuk yang kelas pemula, mempertandingkan atlet dari rentang usia 7-9 tahun. “Sedangkan kategori standar dan speed diikuti atlet muda usia 7 tahun hingga senior 19 tahun ke atas,” bebernya.
Menurutnya, JFM 2024 ini juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan bakat dan minat anak sejak dini terkait sepatu roda. Serta menambah frekuensi kompetisi di Bantul.
Ketua Porserosi Bantul Nur Subiantoro menambahkan, event semacam ini akan sering dilaksanakan. Hal itu untuk memberikan rangsangan kepada anak-anak sehingga menyukai olahraga sepatu roda. “Jadi kami juga ada event-event yang dilakukan per kecamatan,” ujarnya.
Tidak hanya seperti JFM 2024 yang terbuka bebas untuk umum. Target event di tingkat kapanewon sebagai pengenalan olahraga sepatu roda kepada anak-anak di padukuhan yang masih belum mengetahuinya.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengungkap, anak-anak yang ikut serta cukup berbakat dalam menampilkan keahliannya bermain sepatu roda. Menurutnya, Bantul yang memiliki venue untuk loma sepatu roda di wilayah DIY menjadi keunggulan tersendiri. “Tinggal menyempurnakan pembinaan,” tegasnya.
Dukungan Porserosi Bantul yang bersinergi dengan para orang tua, akan menjadi kekuatan. Diharapkan untuk tetap memperhatikan kebugaran dan kesehatan para anak yang serius berlatih sepatu roda. (rul/eno)