RADAR JOGJA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul berencana melakukan perbaikan Terminal Imogiri agar lebih representatif. Perbaikan ini dinilai penting karena sudah dimanfaatkan bus-bus besar dari luar kota. Sayangnya, rencana tersebut sulit terealisasi karena terkendala pendanaan.
Padahal, detail engineering design (DED) Terminal Imogiri sudah ada sejak 2022 lalu. Dari DED tersebut diketahui Dishub Bantul membutuhkan dana Rp 12,6 Miliar. Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi mengatakan, biaya tersebut diharapkan melalui dana keistimewaan (Danais) Provinsi DIY.”Mestinya kalau disetujui realisasinya tahun ini,”ujarnya Kamis (15/8).
Di tahun ini tetap diusulkan Danais untuk 2026 nanti realisasi penyerapan anggarannya. Menurutnya, Terminal Imogiri termasuk kawasan satuan ruang strategis atau SRS sehingga bisa didanai Danais pembangunannya.
Diakuinya, anggarannya Rp 12,6 Miliar memang tidak sedikit. Namun, dia tetap mengharapkan, di tahun-tahun selanjutnya dapat dipertimbangkan.Itu karena nantinya Terminal Imogiri juga untuk mengangkut wisatawan menuju destinasi Mangunan menggunakan shuttle bus sesuai rekomendasi KNKT.
Kepala Seksi Terminal Dishub Bantul Muktiandri Nugraheni menambahkan, bus-bus besar yang menuju destinasi wisata Mangunan yang jalannya menanjak dapat difasilitasi agar istirahat sejenak di Terminal Imogiri.
Menurutnya, pembiayaannya menggunakan Danais karena luasnya mencapai 22.600 meter persegi sehingga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Melalui APBD Kabupaten Bantul sebenarnya sudah diupayakan tetapi secara bertahap tidak langsung menyeluruh.
“Terkait tahapan-tahapannya kalau menggunakan APBD terus mau sampai kapan,” ucapnya. Sedangkan kalau pengajuan Danais disetujui besarannya dapat dikerjakan dalam satu kali kalender pembangunan sehingga lebih cepat selesai. (rul/din).
Editor : Satria Pradika