Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

KNKT Tidak Rekomendasikan Bus Besar Naik ke Mangunan, Dishub Bantul Harus Sediakan Shuttle

Khairul Ma'arif • Selasa, 13 Agustus 2024 | 14:05 WIB

 

BAHAYA: Bus pariwisata saat melewati jalur kawasan Imogiri, Bantul. Bus berukuran besar saat ini tidak direkomendasikan KNKT untuk menuju wisata Mangunan.
BAHAYA: Bus pariwisata saat melewati jalur kawasan Imogiri, Bantul. Bus berukuran besar saat ini tidak direkomendasikan KNKT untuk menuju wisata Mangunan.

RADAR JOGJA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tidak merekomendasikan penggunaan bus bagi wisatawan ke objek wisata Mangunan. Hal ini karena kondisi jalur yang menanjak, untuk mengantisipasi adanya kecelakanan.


Oleh karena itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul diminta untuk menyediakan shuttle bus. Sebab wisatawan yang sebelumnya menggunakan bus besar, disarankan untuk turun di Terminal Imogiri. “Selanjutnya akan diangkut menggunakan shuttle bus sejenis hiace atau elf,” ujar Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi kemarin (12/8).

Singgih mengaku, rekomendasi itu muncul setelah terjadinya kecelakaan lalu lintas terakhir di Bukit Bego.Hanya saja, rekomendasi tersebut belum bisa dilakukan. Sebab masih terkendala anggaran. “Dan belum ada ketertarikan pihak swasta untuk melayani ke sana,” lontarnya.

Oleh karena itu, rekomendasi tak kunjung ditindaklanjuti. Angkutan umum yang saat ini berjalan, hanya mengakomodasi rute tertentu.  Yakni rute Palbapang-YIA menggunakan Damri. Termasuk dari Makam Raja-Raja Imogiri ke YIA sejak 2023 lalu.

Ada pula rute Bantul-Ngabean-Malioboro pulang pergi (PP) dengan Trans Jogja. “Baru kami susun rencana jalur Imogiri-Malioboro. Jadi Makam Raja-Raja Imogiri ke Malioboro,” tuturnya.

Sebab trayek Trans Jogja ke Imogiri sangat dibutuhkan untuk menunjang proyek nasional yang disebut kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Itu harus dapat terkoneksi dengan moda transportasi publik. “Jadi kami menyusun agar dari Makam Raja-raja Imogiri dapat terkoneksi ke Malioboro atau ke Keraton itu dalam rangka pengembangan KSPN,” lontarnya.

Menurutnya, kajian masih dilakukan agar trayek tidak berbenturan dengan penyedia moda transportasi swasta yang sudah ada selama ini. (rul/eno)

 

Editor : Satria Pradika
#transportasi #knkt #Singgih Riyadi