RADAR JOGJA – MuseumKu Gerabah milik almarhum Timbul Raharjo di Kasongan, Kasihan, Bantul potensial jadi tempat pembelajaran. Oleh daerah lain untuk bisa belajar membuat dan menjual gerabah. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Presiden RI Ma'aruf Amin saat kunjungannya Rabu (7/8).
Di wilayah ini, kata Ma’ruf, seluruh masyarakatnya sudah mendiri. "Sekarang produksinya berbagai bentuk gerabah sampai kepada yang sudah jadi semacam keramik," katanya.
Hasil produksinya, sudah terjual hingga Eropa, Australia, dan Amerika. Karena banyaknya permintaan, tanah liat untuk gerabah saat ini sudah diambil dari luar Kasongan. "Saya harap terus dikembangkan menjadi tempat studi bagi daerah-daerah lain yang ingin mengembangkan model ini," tegasnya.
Sementara itu, istri almarhum Timbul Raharjo Ani Faiqoh mengaku, mendapat sejumlah pesan dari Ma’ruf Amin. Khususnya soal membuat pelatihan gerabah. Sehingga museum yang didirikan suaminya, bisa dapat melatih anak-anak generasi penerus untuk mengenal dan membuat gerabah.
Menurutnya, MuseumKu Gerabah menjadi wadah penghormatan kepada produk hasil gerabah. Sebab dulunya, warga Kasongan sebelum menjadi perajin gerabah adalah seorang petani. "Rata-rata dari Kasongan dapat mengekspor 50 kontainer setiap bulannya. Satu kontainer bisa mencapai sekitar tujuh ribu dollar," ucapnya.
Ani mengungkapkan, isi MuseumKu Gerabah berupa desain pertama Kasongan. Ada juga sejumlah teknik pembuatan gerabah hingga pengembangan keramik suhu tinggi. "Jadi memang ini wadah dari proses Kasongan itu sendiri,” tuturnya.
“Pak wapres cukup terkejut dan bangga ada desa yang tidak ada penganggurannya. Karena kami bekerja di rumah-rumah atau home industry," sambungnya. (rul/eno)
Editor : Satria Pradika