MoU atau nota kesepahaman ini menjadi jalan pembuka bagi kedua partai untuk membangun koalisi nantinya.
Dalam MoU tersebut mencuat Abdul Halim Muslih akan berdampingan dengan Rony Wijaya Indra Gunawan.
Berdasarkan MoU yang sudah disepakati baik DPC PKB dan Demokrat Bantul akan meneruskannya di internal agar mendapat rekomendasi dari masing-masing DPP partai.
"Akhirnya PKB sama Demokrat melakukan MoU atau nota kesepahaman yang menyepakati prinsip dan keputusan akhir ada di DPP," ujar Halim saat ditemui di Bambanglipuro, Rabu (31/7/2024).
Menurutnya, tidak hanya dua partai saja akan ada partai lainnya yang turut serta menandatangani MoU tersebut.
Pria yang juga masih menjabat sebagai Bupati Bantul itu menyebutkan, partai yang akan turut MoU selain PKB dan Demokrat adalah Gerindra.
Dikatakan, MoU dengan Gerindra direncanakan dilangsungkan hari ini.
"Jadi MoU ini akan diikuti dengan kerja sama, MoU itu komitmen yang akan diikuti perjanjian yang sifatnya teknis operasional," ungkapnya.
Menurutnya, dari Gerindra Bantul sudah berkontak dengannya untuk melangsungkan MoU.
Dalam MoU dengan Demokrat Halim dipasangkan dengan Rony Wijaya yang tidak lain Ketua DPC Demokrat Bantul.
Ketika disinggung mengenai hal tersebut, Halim mengatakan sementara ini MoU yang dilakukan antar partai dulu.
Setelah itu muncul kesepakatan baru akan menjurus terhadap sosok Cabup-Cawabup yang akan didukung dalam koalisi partai.
"Rekomendasi itu (turun, Red) ketika sudah berpasangan," tegas Halim.
Menurutnya, dalam membangun Bantul memang harus melakukan koalisi antar berbagai pihak.
Halim mengungkapkan, MoU antara PKB dan Demokrat merupakan hal yang biasa saja.
Menurutnya, mengajak Demokrat untuk Pilkada Bantul 2024 karena memang partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu sudah menerima informasi visi dan misi Halim.
Dia menegaskan, visi dan misi yang kuat dibutuhkan agar dapat membawa masyarakat Bantul lebih baik lagi.
Editor : Bahana.