RADAR JOGJA - Destinasi wisata di Kalurahan Mangunan, Dlingo masih menjadi jujukan bagi pelancong di Bantul. Seperti di Kebun Buah Mangunan, Jurang Tambelan, Bukit Panguk Keduwung, hingga Kaki Langit. Hanya saja, fasilitas penunjang menuju wilayah tersebut masih kurang. Khusunya untuk lampu penerangan jalan utama (LPJU).
Penerangan yang minim membuat sangat rentan bagi pengendara yang berkendara saat pagi dan malam hari. "Betul kekurangan LPJU," ujar Pelaksana tuga Panewu Dlingo Marjihidayat Senin (29/7).
Atas kondisi tersebut Kapanewon Dlingo yang dipimpinnya mengajukan surat ke Dinas Perhubungan (Dishub) DIY agar difasilitasi lampu. Itu lantaran jalan yang menuju sejumlah destinasi wisata di Mangunan merupakan jalan provinsi. "Kalau langsung ke provinsi kan terlalu melangkahi jadi ke kabupaten dulu (Dishub Bantul, Red)," tuturnya.
Destinasi wisata yang ada di Mangunan dapat dituju melalui Kapanewon Imogiri dari Barat ataupun melewati Kalurahan Dlingo bagian timurnya. Sementara ini, pengajuan LPJU dilakukan baru seputaran jalan yang masuk Kalurahan Dlingo.
Marji menuturkan, pengajuan dari sisi itu didahulukan karena skala prioritas. Menurutnya, jalan tersebut sering terjadi kecelakaan lalu lintas pada malam hari. "Dua pekan terakhir ada sekitar tujuh laka yang di antaranya ada yang malam hari," tuturnya.
Jalannya berkelok ditambah kondisi yang gelap membuat pengendara baru tidak mengenali medan. Namun, beruntungnya tidak ada satu pun yang memakan korban jiwa.
Sementara itu, Lurah Mangunan Aris Purwanto menambahkan, setidaknya dari arah barat dan timur masing-masing membutuhkan 15-30 titik LPJU. Menurutnya, gelapnya jalan menimbulkan rasa takut dan was-was di kalangan wisatawan.
Padahal, kondisi jalan sudah mulu harusnya dapat didukung dengan titik LPJU yang banyak. "LPJU ada tetapi jumlahnya minim," bebernya. (rul/eno)
Editor : Satria Pradika