RADAR JOGJA – Kejurnas Indonesia Derby kembali berlanjut di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Jetis, Bantul kemarin (28/7). Kali ini diikuti oleh 148 kuda yang mengikuti kelas kejurnas dan non-kejurnas.
Kelas kejurnas, diikuti oleh 98 kuda yang sebelumnya telah lolos di babak penyisihan pada Minggu (14/7). Kali ini, kelas kejurnas terdapat delapan race. Sedangkan untuk non-kejurnas, memiliki 10 race. “Kami berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat tentang pacuan kuda sebagai budaya dan olahraga,” sebut CEO Sarga.co Aryo Djojohadikusumo selaku penyelenggara kemarin (28/7).
Menurutnya dari penyelenggaraanya yang dilakukannya untuk membangun ekosistem kejuaraan yang profesional. Serta mengembangkan olahraga pacuan kuda di Indonesia menjadi prestisius dan modern.
Dia mengklaim, event pacuan kuda ini dapat mengembangkan perekonomian masyarakat sekitar. Sebab acara ini melibatkan lebih dari 370 UMKM lokal DIJ dan sekitarnya. “Kalangan UMKM itu berpartisipasi pada area SARGA Festival,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menambahkan, event pacuan kuda ini selain sebagai olahraga tidak kalah pentingnya juga menjadi sport tourism. Itu karena digemari masyarakat sehingga berdatangan untuk menonton. Event semacam ini dapat dimanfaatkan masyarakat karena memiliki efek domino. Seperti dengan adanya jasa penitipan kuda. “Itu jasa yang dapat memungkinkan memperolah pendapatan cukup besar,” ucapnya. (rul/eno)
Editor : Satria Pradika