RADAR JOGJA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI GKR Hemas mengapresiasi kerja keras dari pimpinan dan karyawan PT Komitrando Emporio di Kalurahan Potorono, Banguntapan, Bantul yang berhasil meningkatkan nilai ekspor Indonesia. Khususnya dari Daerah Istimewa Yogyakarta
Hal itu disampaikan Hemas dalam kegiatan sosialisasi Pancasila kepada 500 orang peserta sosialisasi yang merupakan karyawan di Aula Luar Komitrando, Sabtu (20/7/2024). Hemas yang menggunakan baju pink menyala mengatakan bahwa dia sangat menghargai kerja keras semua kalangan di perusahaan pabrik tas tersebut. "Dengan aktivitas produksi luar biasa akan meningkatkan perekonomian Indonesia," tuturnya.
Meskipun begitu Hemas mengingatkan agar sebagai warga negara jangan sampai terlalu santai dan melupakan perkembangan yang terjadi di sekitar.
Baca Juga: Mengenal Dunia Indekos di Yogyakarta, Mana yang Pernah Kamu Buru?
Baik dalam skala kabupaten, provinsi Daerah Istimewa, tingkat negara Indonesia, maupun dalam skala Global. “Semua negara di dunia selalu berkompetisi, kita jangan sampai tertinggal,” tegasnya.
Banyaknya etnis dan agama dari karyawan juga mencerminkan bagaimana konsep Bhinneka Tunggal Ika bisa dijaga dengan baik. Jogja memang rumah bagi pluralisme budaya Indonesia.
Jogja juga merupakan habitat toleransi anak bangsa. Pabrik Tas seperti Komitrando mencerminkan adanya persatuan antara pemilik dan karyawan, dengan etnis dan agama yang berbeda pula.
Dia mengingatkan, Tiongkok sibuk menguatkan hubungan dengan ASEAN, meskipun pada saat yang sama bertengkar dengan Filipina. Bila melihat kemajuan Tiongkok dalam pembangunan, Hemas menyebut akan mendapati sesuatu yang sangat luar biasa.
Baca Juga: Fakta-Fakta Mengejutkan mengenai Air Es yang Tidak Hanya Menyegarkan Dahaga: Simak Penjelasannya
Baca Juga: Nikmatnya Gudeg Yu Hadi, Kuliner Legendaris Khas Yogyakarta Sejak 1954
Bukan hanya kereta cepat yang sudah diekspor ke Indonesia, tetapi juga jembatan jalan tertinggi dan terpanjang di dunia Beipanjiang, yang membuat Golden Gate di Amerika terlihat sangat sederhana.
"Tiongkok juga sudah bisa membuat jalan di atas laut dan terowongan bawah laut yang terpanjang di dunia, yang menghubungkan Kota Hongkong, Zhuhai, dan Macau. Inilah yang harus menjadi tolok ukur kita," ujarnya.
Dalam hal pembangunan, Jogja sudah punya Underpass terpanjang di Indonesia, yang panjangnya hampir 1,5 km. Jogja juga menjadi contoh untuk pembangunan jembatan, jalan memotong bukit, dan pengembangan kawasan wisata, bagi wilayah lain di Indonesia.
Dalam acara yang juga dihadiri anggota DPRD DIY KPH Purbodiningrat itu, ibu lima puteri itu mengingatkan kesadaran berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan. Indonesia disebut sudah bagus karena tidak sampai menerapkan wajib militer untuk menunjukkan kecintaan kepada Indonesia.
Tidak seperti Singapura, Korea Selatan, ataupun Korea Utara. Bahkan di Israel , setiap individu warga negara adalah tentara.
“Masalah Israel ini sangat pelik, dan melukai bangsa Indonesia karena mereka melakukan penjajahan dan genosida. Sayangnya saat ini justru ada anak bangsa yang malah merasa bangga karena bisa bertemu dengan Presiden Israel,” lanjut Hemas.
Menjawab pertanyaan tentang bagaimana kita bisa membantu membela bangsa dan negara tanpa harus menjadi tentara, sementara presidennya seorang Jenderal, Hemas menjelaskan tentang regulasi pertahanan nasional dan bela negara yang terdapat dalam UUD 45 pasal 27 dan pasal 30.
Baca Juga: Astra Motor Libatkan Siswa-Siswi SMA Negeri Bali Mandara Peduli Lingkungan
Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Tetapi upaya bela negara bukan harus dilakukan dalam bentuk perang fisik, ataupun bergabung dalam TNI dan Polri, tetapi banyak sekali yang bisa dilakukan dalam upaya bela negara ini.
Menjaga semangat persatuan dan Bhinneka Tunggal Ika, menjaga toleransi, dan ikut berpartisipasi aktif dan akselerasi pembangunan adalah wujud bela negara.
Editor : Heru Pratomo