Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Padat Karya Danais untuk Kembangkan Potensi Kalurahan

Satria Pradika • Sabtu, 13 Juli 2024 | 04:58 WIB
Rumiyati, Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Bantul.
Rumiyati, Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Bantul.

RADAR JOGJA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul kembali melaksanakan kegiatan padat karya. Kali ini, sumber anggarannya berasal dari dana keistimewaan (danais). Nilainya sebesar Rp 2,75 miliar.


Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Bantul Rumiyati menyebut, padat karya danais kali ini sebanyak 50 titik. Masing-masing titik mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 55 juta.


”Kami sudah melakukan sosialisasi. Pengecekan material juga sudah. Semua sudah bagus. Tinggal pelaksanaan,” jelas Rumi, sapaan Rumiyati, di ruang kerjanya Jumat (12/7).


Menurutnya, padat karya danais berjalan selama 12 hari. Mulai Senin (15/7) hingga Sabtu (27/7). Selama itu pula, tiap hari ada 34 warga yang akan bekerja. Perinciannya, satu ketua kelompok dan 33 pekerja. Saban hari 33 pekerja akan mendapatkan upah sebesar Rp 70 ribu per hari. Ketua kelompok mendapatkan upah Rp 90 ribu per hari.


”Dalam padat karya danais tidak ada tukang,” ucapnya.
Melihat komposisi jumlah pekerja, Rumi berpendapat, salah satu tujuan padat karya danais adalah mengurangi angka pengangguran.

Sebab, ada 1.700 pekerja yang akan terserap dalam pelaksanaan padat karya danais kali ini. ”Hitungannya, 34 orang dikalikan 50 lokasi. Berapa ribu orang yang akan terlibat?” sebutnya.


Dibanding tahun sebelumnya, Rumi mengungkapkan, anggaran padat karya danais kali ini lebih banyak. Lantaran padat karya danais 2023 hanya menyasar 30 titik. Anggarannya sebesar Rp 1,6 miliar.


”Tahun ini padat karya danais menyasar 14 dari 17 kapanewon se-Bantul. Tahun lalu 12 kapanewon,” ujarnya.
Menurutnya, jenis pekerjaan padat karya danais kali ini bervariasi. Mulai cor blok jalan, drainase, hingga talud.

Beragam jenis pekerjaan ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Itu lantaran padat karya danais juga bertujuan untuk mengembangkan potensi wilayah.


”Kriteria padat karya danais memang desa-desa yang memiliki potensi,” tambahnya. (*/zam)




Editor : Satria Pradika
#Danais #kabupaten bantul #Disnakertrans #padat karya