RADAR JOGJA – KPU Kabupaten Bantul sudah melakukan pemetaan tempat pemungutan suara (TPS). Didapati sejumlah titik yang rawan dalam pelaksanaan Pilkada Bantul 2024. Daerah yang dianggap rawan di Bantul yakni Kapanewon Pundong.
“Daerah terluar Bantul kemarin kami berkunjung di Pundong yang ketika hendak ke TPS itu melewati wilayah Gunungkidul,” kata Kepala Divisi (Kadiv) Hukum dan Pengawasan KPU Bantul Imron Hidayatullah Rabu (3/7).
Pundong, lanjutnya, menjadi titik rawan karena kondisi geografisnya. Daerah terluar ini, juga menjadi rentan tingkat keamanannya. Karena dapat saja disusupi kepentingan-kepentingan.
Imron menuturkan, pada hari pemungutan suara biasanya lokasi rawan seperti di Pundong sering menjadi lokasi monitoring dari TNI dan Polri. Dikatakannya, sebagai antisipasi KPU Bantul sudah berkunjung ke lokasi untuk dapat memahami persoalan yang akan dihadapi. Secara teknis antisipasi lanjutan yang dilakukan belum dapat dibeberkannya.
“Kami meningkatkan partisipasi di sana dengan mendorong sosialisasi,” tuturnya.
Tahapan Pilkada Bantul 2024 sekarang masih dalam tahap sosialisasi. Sementara ini juga masih dilakukan pencocokan dan penelitian atau coklit yang dilakukan Pantarlih.
Coklit dilakukan selama satu bulan ke depan yang sekarang para Pantarlih sudah mencapai 30 persen lebih. Ada sejumlah kendala yang didapati Pantarlih dalam melakukan Coklit. Rata-rata kendalanya adalah terkait penggunaan aplikasi.
“Aplikasi E-Coklit yang di beberapa gawai memang tidak mendukung sehingga secara manual. Kendala kebanyakan di situ,” ujar Imron.
Menurutnya, target partisipasi pemilih pada Pilkada Bantul 2024 nanti di atas 80 persen. Jumlah TPS di Bantul sementara ini ada 1.484 yang diharapkan jumlahnya tetap sesuai pascadilakukan coklit.
Sementara itu, Kadiv Penyelenggaraan Teknis KPU Bantul Mestri Widodo menambahkan, kampanye akan dimulai 25 September hingga 23 November. Ketika tahapan kampanye bisa melakukan cuti kerja bagi paslon incumbent. Itu karena tidak ada Plh Bupati di Bantul. (rul/eno)