Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Banyakan Kembali Lakukan Demo, Ini Tiga Hal yang Dikeluhkan

Khairul Ma'arif • Senin, 1 Juli 2024 | 03:31 WIB

 

 

MEMBENTANG: Sejumlah spanduk protes warga berseliweran dari masyarakat Banyakan berkaitan persoalan sampah kemarin (30/6). (Dokumentasi Warga Banyakan)
MEMBENTANG: Sejumlah spanduk protes warga berseliweran dari masyarakat Banyakan berkaitan persoalan sampah kemarin (30/6). (Dokumentasi Warga Banyakan)

RADAR JOGJA – Pemprov DIJ kembali mengoperasikan TPST Piyungan untuk mengakomodasi tumpukan sampah Kota Jogja dan Sleman. Namun langkah ini kembali menimbulkan persoalan baru. Khususnya bagi warga di Padukuhan Banyakan, Sitimulyo, Piyungan, Bantul.

Dukuh Banyakan III Lilik Purwoko menyampaikan, ada tiga hal yang dikeluhkan dan membuat masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Banyakan Bergerak kembali melakukan demo kemarin (30/6). Penyebab pertama terkait adanya keluhan warga mengenai pembuangan limbah lindi tidak melalui drainase. Menurutnya, temuan itu sudah terjadi dua kali. “Padahal sawah-sawah lagi musim tanam sehingga air lindi meresap ke tanah,” katanya.

Penyebab kedua, yakni karena kembali beroperasinya TPST Piyungan untuk membuang sampah milik Kota Jogja. Padahal sebelumnya, disepakati aktivitas persampahan di TPST Piyungan tutup total. “Kalau masih di area TPA Piyungan warga tetap menolak,” tegasnya.

Penyebab ketiga adalah rencana di sekitar Puncak Bucu yang akan dijadikan TPS sementara oleh Pemkab Bantul. “Secara geografis lahannya miring ke barat yang tepat ada permukiman warga Banyakan sehingga itu ditolak,” sambung Lilik.

Penolakan TPS sementara itu, pun sudah dilakukan mediasi bersama dengan lurah setempat. Agar lokasinya bisa dipindahkan.

Untuk menyampaikan keluhan ini, demo pun digelar di tiga titik. Yakni di Piyungan, Puncak Bucu, dan area perkantoran TPST Piyungan. Dengan harapan, area TPST Piyungan tak lagi digunakan sebagai pembuangan sampah lagi.

Mengingat selama 30 tahun, kata Lilik, warga Banyakan sudah jengah. Karena keberadaan limbah sampah berdampak ke sumur dan air yang dikonsumsi. “Rencananya kan dulu dijadikan tempat wisata,” lontarnya.

Sebelumnya, Sekprov DIJ Beny Suharsono mengatakan, dibukanya TPST Piyungan untuk mengakomodasi ribuan sampah dari Jogja dan Sleman.

Hal ini karena penanganan sampah yang diminta Pemkab Sleman sebanyak 923 ton. Sedangkan di Jogja, ada 5.000 ton sampah yang dijadwalkan diangkut hingga Jumat (28/6). "Penanganan darurat salah satunya menggeser sambil mengakselerasi tempat pengelolaan (sampah di Jogja, Red)," ujarnya. (rul/eno)

 

Editor : Satria Pradika
#Warga Banyakan #TPST Piyungan