RADAR JOGJA - Penutupan TPST Piyungan sejak Mei lalu turut berdampak pada Paguyuban Jasa Pengangkutan Sampah Swasta (JPSS). Meski pengelolaan sampah kini mulai dipegang oleh pemerintah kabupaten, JPSS siap untuk dilibatkan.
Pengurus JPSS Bukit Aroma Heri mengatakan, kesiapan ini dibuktikan dengan pembuatan tungku untuk pembakaran sampah. Residu yang dihasilakan, disebuth tidak akan berdampak pada lingkungan. Inovasi ini tercetus sejak TPST Piyungan ditutup. "Kami ingin pemerintah bisa segera mengakomodir rekan-rekan jasa angkut agar tetap bisa bekerja," lontarnya Senin (10/6).
Diakuinya, sejak penutupan TPST Piyungan, jasa pengangkut sampah kehilangan mata pencaharian. Sebab selama ini, paguyuban JPSS menyandarkan pendapatan secara ekonomi dari adanya TPST Piyungan.
Imam Bayu, pemerhati dan praktisi pengolahan sampah di DIJ menyebut, jasa pengangkutan turut andil dalam mengatasi permasalahan sampah. Sebab mereka bisa berinovasi dan memberikan edukasi kepada pelanggan lewat pemilahan sampah.
"Pemerintah (juga, Red) harus bisa memberikan pengertian bahwa tanggung jawab pengolahan sampah dari tingkat hulu sampai hilir kepada masyarakat," tegas founder dari Resik Plus ini. (rul/eno)
Editor : Satria Pradika