RADAR JOGJA - Tugas Aris Suharyanta sebagai kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul segera berakhir. Dia akan menyelesaikan tugas pada 1 Juli mendatang. Pengabdiannya menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pun tuntas selama 37 tahun lebih empat bulan.
Perjalanan panjangnya sejak tahun 1987, mengantarkan Aris pernah menduduki berbagai instansi di lingkungan Pemkab Bantul. Mulai dari bagian Sekretariat Daerah Bantul, organisasi perangkat daerah (OPD), ataupun instansi kapanewon.
Aris mengaku, jabatannya sebagai abdi negara merupakan yang paling lama. Perbandingan pegawai negeri lainnya yang ada di Bantul. “Pak Sekda Helmi saja kemarin baru 36 tahun masa pengabdiannya,” sebutnya Jumat (7/6).
Baca Juga: Pembangunan Perpustakaan Umum Bantul Baru 20 Persen, Ditarget Selesai November
Aris banyak menghabiskan masa kerjanya di Inspektorat Bantul selama 12 tahun. Selain itu, pria 59 tahun ini pernah menjabat sebagai Sekcam di Kapanewon Bantul selama 11 bulan. Sebelum menjabat Kepala DPUPKP, Aris juga pernah menjabat kepala Dinas Perhubungan Bantul. Terhitung sejak 2016-2022. Setelah itu, dia dilantik sebagai kepala DPUPKP Bantul. “Pengabdian yang saya jalani semuanya dipimpin oleh bupati yang baik-baik kinerjanya,” ingatnya.
Kini, nama Aris mencuat sebagai kandidat pada Pilkada Bantul 2024. Partai Gerindra Bantul sudah secara terang-terangan akan mengusungnya. Kendati begitu, Aris enggan berspekulasi lebih jauh. Karena dia menyadari, politik yang sangat dinamis.
Apalagi Partai Gerindra tidak bisa mengusungnya sendiri.
Karena hanya memiliki enam kursi. Sehingga partai besutan Prabowo Subiyanto ini harus melakukan perdamaian.
Aris sendiri mengaku tidak menjelaskan apa alasan Partai Gerindra mengusung namanya. Sampai saat ini, belum ada diskusi soal poisis yang akan diisi oleh Aris. Baik itu sebagai calon bupati maupun wakil bupati Bantul. (pemerintahan/eno)