Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kepala Disdikpora Bantul Imbau Siswa SMPN 1 Kasihan Bantul Tenang, Jangan Melakukan Penyerangan Balik ke Pihak Manapun

Khairul Ma'arif • Jumat, 31 Mei 2024 | 22:49 WIB
Nugroho Eko Setyanto saat ditemui di Kantor Bupati Bantul, Jumat (31/5/2024).
Nugroho Eko Setyanto saat ditemui di Kantor Bupati Bantul, Jumat (31/5/2024).

BANTUL - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul menyikapi penyerangan yang dialami SMPN 1 Kasihan.

Seluruh lapisan dari SMPN 1 Kasihan diminta tenang atas penyerangan yang terjadi.

Itu karena peristiwa tersebut sudah ditangani pihak berwajib.

Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto mengaku, sudah menghimbau kepada siswa SMPN 1 Bantul jangan reaksioner atas penyerangan yang dialami.

Tidak perlu melakukan penyerangan balik kepada pihak mana pun.

"Sudah kami sampaikan lewat kepala sekolah agar tetap tenang karena semuanya sudah ditangani pihak berwajib," ujarnya, Jumat (31/5/2024).

Dia merasa prihatin atas penyerangan yang dilakukan terhadap SMPN 1 Kasihan.

Apalagi kalau ditinjau dari kronologinya siswa SMPN 1 Kasihan masih dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).

Tiba-tiba langsung didatangi dari kelompok pelajar lain sehingga mengakibatkan satpam SMPN 1 Kasihan Wahyu Dito Ananda Putra terluka. 

"Butuh upaya bersama untuk mencegah kejadian semacam itu," ucap Nugroho.

Menurutnya, untuk langkah pencegahan sudah mengajak pemangku wilayah di sekitar Bantul untuk turut menjaga kondusifitas.

Itu karena disadari sejumlah sekolah di Bantul berbatasan dengan wilayah lain seperti Sleman dan Kota Jogja.

Nugroho menegaskan, Disdikpora Bantul sudah rutin mengadakan pembinaan terhadap siswa agar tidak melakukan tindakan anarkis.

Bahkan, katanya pembinaan itu juga melibatkan unsur polisi dan kejaksaan yang masuk sekolah.

Selain itu, dimanfaatkan juga paguyuban orang tua untuk bersama-sama membimbing anak-anaknya.

Itu karena pada dasarnya mayoritas waktu anak-anak dihabiskan di rumahnya atau lingkungannya.

"Sehingga menjadi penting peran orang tua untuk bersama-sama kami membimbing anak-anaknya tidak melakukan hal seperti itu," tutur Nugroho.

Dia menyadari, dalam kejadian seperti itu semua pihak bertanggung jawab 

Menurutnya, dalam dunia pendidikan dikenal istilah tri pusat.

Terdiri dari sekolah, keluarga, dan lingkungan yang semuanya secara bersama-sama harus berperan sesuai porsinya masing.

Hal itu dalam kaitannya melakukan pendidikan dan pembimbingan terhadap anak-anak. (rul).

 

 

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#SMPN 1 Kasihan #keluarga #kabupaten bantul #Diserang #satpam #Lain #SMP #Sekolah #Jalan Wates