RADAR JOGJA - Dua nyawa pemancing melayang dalam tiga hari di Bantul karena kecelakaan perairan, di sungai. Keduanya terjadi di dua sungai berbeda. Pertama di Sungai Progo, yang kedua di Sungai Opak-Oyo.
Kejadian di Sungai Progo terjadi pada Selasa (21/5) sore. Tepatnya di Padukuhan Siyangan, Triharjo, Pandak. Sedangkan kejadian kedua di tempuran Sungai Opak dan Oyo, Srihardono, Pundong pada Kamis (24/5) pagi. Kapolres Bantul AKBP Michael Risakotta mengatakan, peristiwa tragis itu menjadi pengingat.
Ditujukan untuk semua masyarakat Bantul terkait bahayanya yang mungkin terjadi saat beraktivitas di sekitar perairan.“Kami mengimbau masyarakat lebih berhati-hati lagi pada saat memancing, baiknya tidak berenang atau turun ke sungai untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya, Kamis (23/5).
Menurutnya, seharusnya para pemancing hendaknya mengetahui karakterisitik sungai. Mulai dari kedalamannya, alirannya, apakah ada bekas galian tambang atau tidak yang semuanya harus jadi perhatian utama. Kondisi bahaya semakin mengintai ketika seorang pemancing yang tidak bisa berenang. Tentunya harus ekstra hati-hati jangan sampai terpeleset ke sungai.
Kasi Humas AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana membeberkan, kejadian terbaru di Sungai Opak dan Oyo Pundong merenggut nyawa anak inisial Bayu Kaisaar 14. Korban merupakan warga Tridadi Sleman yang tewas tenggelam, saat hendak mengambil ponselnya terjatuh ke sungai saat memancing. Sementara rekannya inisial Alexander Raditya Parama, 14 dapat menyelamatkan diri.
Tenggelamnya Bayu Kaisar langsung dilakukan pencarian di lokasi kejadian oleh petugas gabungan. Korban dapat ditemukan usai sekitar dua jam pasca kejadian. "Dari pemeriksaan petugas dari Puskesmas Pundong, korban dinyatakan dalam kondisi meninggal dunia," kata Jeffry.
Sementara untuk korban tenggelam di Sungai Progo, Pandak korbannya juga pemancing Hasto Bimo Dwicahyo. Hasto tenggelam pada Selasa (21/5) sore tetapi baru ditemukan pada Kamis (24/5) dini hari. Jasadnya ditemukan oleh petugas gabung dalam kondisi mengapung berjarak 500 meter ke selatan dari titik terakhir korban terlihat.
Penemuan korban langsung dievakuasi dan diserahkan ke keluarga. Dari pihak keluarga pun memastikan bahwa yang ditemukan tersebut merupaka sosok Hasto yang beberapa hari masih dilakukan pencarian. (rul/din).