RADAR JOGJA – Kejadian penipuan penipuan hewan kurban terjadi di Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Bantul pada Selasa (14/5). Seorang penjual hewan kurban kehilangan sapinya karena tertipu pelaku yang berpura-pura membeli sapi.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menjelaskan, penjual hewan kurban bernama Sujarwoko, 29, bermaksud menjual sapi dengan cara mengunggahnya di Facebook. Dia lalu dihubungi seseorang yang mengaku bernama Andi Muhammad Setyadi (AMS) dan ingin membeli sapi milik Sujarwoko dengan cara transfer.
“Setelah terjadi kesepakatan harga, AMS mengabari bahwa nanti ada yang mau mengambil sapi milik Sujarwoko,” katanya Rabu (22/5).
Kemudian, datang seorang pria bernama Yudi Kristanto untuk mengambil sapi milik Sujarwoko. Setelah sapi sudah berada di truk milik Yudi, Sujarwoko dihubungi lewat WhatsApp oleh AMS dan ditunjukan bukti transfernya. Namun saat akan melakukan pengecekan di aplikasi mobile banking, akun milik Sujarwoko tidak bisa login.
“Pagi harinya sekitar pukul 10.00, pelapor (Sujarwoko) datang ke bank untuk mengecek lagi, ternyata tidak ada transfer dana yang masuk,” jelas Jeffry.
Sujarwoko lantas berusaha menghubungi pembeli. Namun sampai 18 Mei, pembeli atas nama Andi tersebut sudah tidak bisa dihubungi. Atas kejadian itu, Sujarwoko mengalami kerugian Rp 50 juta. Lalu melaporkan kejadian itu ke Polres Bantul untuk penyidikan lebih lanjut.
Atas kejadian tersebut, Polres Bantul mengimbau agar warga berhati-hati dalam bertransaksi. Termasuk saat transaksi hewan kurban jelang Idul Adha 2024.
Jeffry meminta kepada masyarakat agar mengecek kembali bukti pembayaran via transfer jika transaksi dilakukan secara online. Hal itu agar terhindar dari adanya penipuan hewan kurban. Menurutnya, cara mengenali dan menghindari penipuan adalah dengan selalu berhenti, berpikir dan periksa sebelum bertindak.
“Jangan terburu-buru, tetap waspada dan jangan mudah memberikan barang dagangan apalagi data diri," imbau Jeffry. (tyo/eno)