BANTUL – Tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Piyungan sudah ditutup sejak Mei 2024 ini sehingga Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Jogja tidak lagi bisa membuang sampahnya ke sana. Harus dikelola masing-masing per daerah sehingga berdampak pada adanya tumpukan sampah di sejumlah titik. Misalnya seperti di Jalan Imogiri-Panggang, Kalurahan Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul yang terdapat tumpukan sampah yang cukup menggunung.
Lokasi tepatnya berada di Pedukuhan Nawungan I yang tumpukannya berada di tepi jalan. Sampah tersebut menggunung sekitar satu meter dan memakan tepi jalan sekitar dua meter. Tumpukan itu berada tepat di antara pepohonan rimbun yang meranggas di tepi jalan.
Sampah tersebut menumpuk di salah satu sudut jalan sehingga baunya menyengat bagi pengendara yang melewatinya. Sampah berbagai macam jenis menumpuk jadi satu dan butuh penanganan untuk dapat diangkut. Lurah Selopamioro Sugeng saat dikonfirmasi tidak menampik adanya tumpukan sampah tersebut.
Menurutnya, tindak lanjutnya sudah dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul. Tetapi baru pada besok baru akan didatangi DLH Bantul untuk mendatangi lokasi. Oleh karena itu, untuk saat ini tumpukan sampah tersebut masih dibiarkan dahulu menunggu dari DLH untuk langkah lanjutannya.
“Ini baru sekali ini kejadian segede ini (sampahnya, red),” katanya kepada wartawan, Selasa (7/5/2024). Sugeng mengklaim, di Selopamioro urusan sampah sudah selesai pada tingkat pedukuhan masing-masing dan itu dapat teratasi. Oleh karena itu, tumpukan sampah itu tidak diketahui asalnya dari mana dan indikasinya itu bukan sampah dari Selopamioro sendiri.
Dia menyebutkan, sampah tersebut dibuang menggunakan mobil truk karena ada yang melihatnya. “Satu truk warna kuning,” imbuhnya. Namun, memang tumpukan sampah itu tidak mengganggu lalu lintas karena berada di pinggir jalan tidak memakan badan jalan.
Menurutnya, tumpukan sampah itu diketahui pada pagi hari tadi sekitar pukul 05.00 WIB dan ketahuan warga karena bertepatan waktu untuk ke pasar. Sugeng mengungkapkan, sampah yang dibuang truk berwarna kuning itu dilakukan pada malam hari. Itu didasarkan pada rekaman CCTV yang memperlihatkan truk kuning tersebut yang membawa sampah hendak dibuang ke Selopamioro.
“Berdasarkan CCTV itu malam. Sudah cek CCTV nomor platnya tidak kelihatan hanya kelihatan warna truk dan membawa sampah itu,” tuturnya. Dia mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan DLH Bantul agar kejadian serupa tidak dapat diulang kembali. Adapun pengangkutan sampah tersebut baru dilakukan pada Rabu (8/5/2024).
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Agus Budi saat dikonfirmasi terpisah menyampaikan, akan memerintahkan DLH dan Satpol PP Bantul untuk menindaklanjuti. Menurutnya, informasi tersebut akan ditindaklanjutinya agar tidak mengganggu warga masyarakat sekitar. “Tak sampaikan DLH sama Satpol PP,” ujarnya. (rul)
Editor : Iwa Ikhwanudin