RADAR JOGJA - Tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) Wonoroto, Gadingsari, Sanden, Bantul dikeluhkan sejumlah warga, dianggap hal wajar oleh Panewu Sanden Deni Ngajis Hartono. Dia pun tidak menampik, jika masalah sampah selalu menimbulkan pro dan kontra.
Memang diakuinya, tidak semua masyarakat Wonoroto dilibatkan dalam sosialisasi pembangunan TPSS Wonoroto. "Cuma beberapa tokoh yang diundang di kelurahan, yang menyampaikan langsung kepala dinas lingkungan hidup," sebutnya kemarin (6/5).
Menurutnya, lokasi pesisir selatan seperti Gadingsari dipilih sebagai TPSS karena yang paling memungkinkan. Sebab sebelumnya, ada beberapa lokasi di Gadingsari yang memang awalnya ditawarkan. Seperti misalnya yang berada di dekat pantai tetapi tidak diizinkan Keraton.
"Kebetulan juga kami ada koordinasi di desa kami sampaikan dukungannya dari para tokoh masyarakat," tuturnya.
Itu lantaran kondisi sekarang yang darurat sampah sehingga harus ada yang berani berkorban. Menurutnya, lokasi tersebut memang sifatnya hanya sementara melihat kondisi dan kemampuannya.
Tetapi yang jelas jangka waktu maksimalnya hanya sekitar empat bulan. Oleh karena itu, dia berharap agar ke depannya ada solusi yang terbaik untuk persoalan sampah. Di TPSS Wonoroto, Deni mengaku, sampah yang datang dibuang lantas diurug dengan pasir selama seterusnya.
Sementara itu, warga sekitar yang paling menolak adanya TPSS Wonoroto adalah Haryanto. Menurutnya, kondisi sekarang sampahnya semakin melebar bau menyengatnya. Dia menyayangkan adanya TPSS di Wonoroto yang terkesan tidak melibatkan warganya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita