Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kirab Manten Tebu Awali Musim Giling di Pabrik Gula Madukismo Bantul

Gregorius Bramantyo • Rabu, 24 April 2024 | 02:42 WIB
MULAI: Arak-arakan pengantin tebu Kyai Buda dan Nyai Manis saat upacara tradisional cembengan atau tebu manten di kompleks Pabrik Gula Madukismo, Bantul, Selasa (23/4).
MULAI: Arak-arakan pengantin tebu Kyai Buda dan Nyai Manis saat upacara tradisional cembengan atau tebu manten di kompleks Pabrik Gula Madukismo, Bantul, Selasa (23/4).

BANTUL - Sepasang pengantin tebu dikirab di sekitar kompleks Pabrik Gula Madukismo, Bantul, Selasa (23/4/2024).

Kirab pengantin tebu ini menandai dimulainya pelaksanaan musim giling tebu di Pabrik Gula Madukismo yang akan berlangsung awal Mei 2024 mendatang.

Sepasang pengantin tebu yang dikawinkan itu diberi nama Kyai Buda untuk pengantin laki-laki.

Sedangkan tebu pengantin perempuan diberi nama Nyai Manis.

Setelah diarak, pasangan pengantin tebu kemudian diijabkabulkan layaknya pasangan pengantin.

Sepasang pengantin tebu ini diijabkabulkan di Masjid An-Nur, Tirtonirmolo, Kasihan.

Setelah itu, pengantin tebu akan kembali menjalani prosesi ritual adat untuk kemudian nantinya bakal dijadikan tebu pertama yang digiling.

Meskipun prosesi dibarengi dengan turunnya hujan, namun hal tersebut tidak menyurutkan niat para peserta kirab mengantarkan Kyai Buda dan Nyai Manis.

Rangkaian tradisi cembengan ini dilakukan untuk mengawali musim giling-suling. Tradisi ini rutin digelar setiap tahunnya.

Cembengan merupakan ritual tahunan dengan maksud meminta keselamatan dan wujud syukur karena tebu yang dihasilkan berkualitas baik.

Ketua Panitia Selamatan Giling dan Suling Nashruddin Abdussalam mengatakan, tujuan dari kirab ini adalah untuk bersyukur atas selesainya giling dan suling tahun 2023 dengan lancar.

“Kemudian juga memohon agar giling dan suling di tahun 2024 diberi kelancaran,” ujarnya, Selasa (23/4/2024).

Ia menjelaskan, prosesi kirab dimulai dari pencabutan calon tebu temanten. Baik calon laki-laki maupun perempuan.

Tebu temanten perempuan berasal dari Banguntapan, Bantul. Sementara tebu temanten laki-laki berasal dari Kulon Progo.

"Filosofi mengawinkan Kyai Buda dan Nyai Manis diharapkan dapat memberikan keturunan berupa tanaman tebu yang banyak dan berkualitas. Tebu manten ini akan menjadi tebu pertama yang akan digiling,” kata Nashruddin.

Direktur PT Madu Baru Budi Hidayat mengatakan, proses giling sendiri rencana akan dimulai pada 4 Mei 2024. Diharapkan selesai pada Oktober 2024.

“Harapannya minimal bisa menggiling 4 juta kuintal tebu dengan kapasitas harian 3 ribu ton. Selain itu, ditargetkan bisa memproduksi raw sugar sebanyak 40 ribu ton,” jelasnya.

Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul Husin Bahri berharap PT Madu Baru dapat berhasil dan meraih kesuksesan dalam menjalankan roda bisnisnya. Terutama dalam giling dan suling tebu.

“Semoga ke depannya bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah juga,” harapnya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#madukismo #Musim Giling #sepasang pengantin #pabrik gula #Bantul #tebu #cembengan