BANTUL – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bantul mulai membuka pendaftaran bakal calon (balon) Bupati-Wakil Bupati untuk Pilkada 2024.
Pendaftaran balon Bupati-Wakil Bupati dimulai tanggal 22 April hingga 24 April pukul 08.00-14.00 WIB.
Pada hari pertama pendaftaran, sudah ada tiga nama yang mendaftar sebagai balon wakil bupati. Ketiganya adalah Agus "Moncer" Santoso, Amin Purnomo, dan Ali Rasyid.
“Yang lain kemungkinan hari Selasa dan Rabu karena dibuka pendaftaran sampai hari Rabu, tapi sudah konfirmasi kalau mau daftar,” kata Ketua DPD Partai Golkar Bantul Paidi, Senin (22/4/2024).
Ia menjelaskan, ada beberapa bakal calon lain yang sudah mengkomunikasikan akan mendaftar lewat Partai Golkar. Di antaranya, adalah Untoro Hariadi (akademisi), Bejo WTP (lurah Canden, Jetis), dan Mujiyat.
Nama-nama tersebut adalah hasil penjaringan internal atau di tingkat pengurus Golkar meliputi kapanewon dan kalurahan.
Paidi mengaku hingga saat ini sudah ada delapan nama yang masih bersifat bakal calon. Delapan nama itu sebagian besar bukan merupakan kader Golkar.
Delapan nama kandidat balon bupati dan wakil bupati Bantul itu akan mendaftar di Kantor DPD Partai Golkar Bantul.
Namun, Paidi belum bersedia mengungkapkan nama-nama tersebut.
Paidi menyebut, nama akan disampaikan di akhir pendaftaran.
“Nanti baru akan diketahui siapa saja yang mendaftar pada hari terakhir tanggal 24 April 2024,” ujarnya.
Paidi menyampaikan, pendaftaran ini gratis dan terbuka untuk semua kalangan dan umur.
Mereka yang ingin menjadi balon bupati atau wakil bupati hanya tinggal datang ke kantor DPD II Partai Golkar Bantul untuk mendaftar. “Semua gratis tanpa ada mahar,” jelas Paidi.
Setelah pendaftaran, nantinya nama-nama tersebut diajukan ke DPD Partai Golkar DIY.
Kemudian DPD DIY membuat laporan dari tingkat DPD kabupaten ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Hasil yang diterima DPP itu nantinya akan disurvei oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI).
“Kami serahkan nama-nama yang mendaftar itu ke LSI, tapi itu kewenangannya DPP,” kata Paidi.
Ia menjelaskan, survei digelar tiga kali. Yakni, bulan April hingga Mei, Juni, lalu Juli sampai Agustus.
Ia menilai, tiga kali survei ini cukup sebagai dasar bagi DPP untuk menentukan balon yang nantinya akan maju di Pilkada 2024.
“Keputusan soal siapa yang akan dipilih nanti ada di tangan DPP,” ucap Paidi.
Biaya survei elektabilitas dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) sepenuhnya ditanggung oleh para pendaftar.
Hal itu karena pada Pilkada kali ini berbeda dengan Pilkada sebelumnya. Di mana, sebelumnya biaya survei ditanggung oleh DPP Partai Golkar.
Untuk survei yang melibatkan 800 responden anggarannya sebesar Rp 165 juta. Sedangkan untuk 400 responden butuh anggaran Rp 130 juta.
“Anggaran itu akan dibagi rata kepada mereka yang mendaftar,” jelas Paidi.
Ia menambahkan, Partai Golkar saat ini sedang melakukan lobi-lobi kepada sejumlah partai untuk berkoalisi dalam Pilkada 2024.
Paidi tidak menampik bahwa partai yang dilobi adalah partai koalisi dalam Pemilu 2024.
"Kalau melobi tentu semua partai, baik yang ikut koalisi kemarin atau yang tidak,” tandasnya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad