Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sejumlah Lahan Padi di Bantul Diserang Hama Wereng, DKPP Bantul Klaim Tidak Berpotensi Gagal Panen

Gregorius Bramantyo • Minggu, 21 April 2024 | 23:19 WIB
RAWAT: Petani menunjukkan tanaman padi yang terserang hama wereng di Tamantirto, Kasihan, Bantul, Minggu (21/4/2024).
RAWAT: Petani menunjukkan tanaman padi yang terserang hama wereng di Tamantirto, Kasihan, Bantul, Minggu (21/4/2024).

BANTUL - Beberapa lahan pertanian padi milik petani di Kasihan, Bantul, mengalami serangan hama wereng dalam dua minggu terakhir.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mengklaim telah melakukan penyemprotan untuk mengantisipasi penyebarannya.

Salah seorang petani di Tamantirto, Kasihan, Sardjono mengaku wilayah kelompok taninya terserang hama wereng dua minggu belakangan.

"Tanaman padi kami sudah mulai sudah mulai ada serangan hama wereng cokelat," ujarnya, Minggu (21/4/2024).

Saat ini ada tiga ribu meter persegi tanaman padi di kelompok taninya yang terserang wereng.

Sardjono menjelaskan, gejala hama wereng mulai terlihat dengan perubahan warna butiran padi dari hijau atau kuning keemasan menjadi kecoklatan.

Selain itu, butiran padi tersebut bagian dalamnya menjadi hampa dan remuk jika disentuh.

Ia mengaku khawatir serangan hama wereng akan menyebar ke lahan pertanian di sekitarnya. Lantaran penyebaran hama wereng cukup cepat.

Menurutnya, saat ini aduan terkait hama wereng tersebut sudah disampaikan ke petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) setempat.

"Kami sudah koordinasi dengan POPT, tapi masih menghantui petani yang karena sudah kelihatan gejalanya. Kami masih menunggu instruksi dari PPL dan POPT untuk menghindari penyebaran serangan hama wereng," kata Sardjono.

Sementara petani lainnya di Tamantirto, Kasihan, Bini Yatim Suharso menyampaikan, beberapa padi yang siap panen di kelompok taninya terserang hama wereng.

Ia menuturkan, hama wereng menyerang bagian pangkal tanaman padi. Sehingga apabila padi telah terinfeksi, batang padi akan mudah patah.

"Ini (hama wereng) kalau tidak ditanggulangi akan merajalela, semua tanaman padi bisa terserang," sebutnya.

Bini mengaku telah memotong dan membakar beberapa padi yang telah terinfeksi wereng.

Meski begitu, menurutnya hama wereng masih tetap ada. Ia mengaku juga telah melaporkan kejadian tersebut ke PPL setempat.

"PPL akan menyemprot hari Senin (22/4/2024) besok," ujarnya.

Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengaku laporan serangan hama wereng di beberapa lokasi telah diterimanya. Menurutnya, serangan tersebut telah terjadi sekitar seminggu sebelum lebaran.

Pihaknya mengaku telah menerjunkan tim untuk menyemprot insektisida untuk mengantisipasi penyebaran wereng.

DKPP Bantul rutin melakukan gerakan pengendalian (gerdal) untuk mencegah pertumbuhan serangan hama wereng. Gerdal sudah berjalan selama dua minggu.

“Kami melakukan pengamatan di lapangan ke titik-titik yang ada serangan wereng. Setelah diamati ada serangan, lalu langsung melaksanakan gerdal,” katanya.

Selain itu, DKPP Bantul juga memiliki drone untuk menyiram obat insektisida. Sehingga jika luas lahan begitu besar dan terlalu lama jika dilakukan manual, maka DKPP menggunakan drone.

“Kami gerak cepat, jangan sampai mundur-mundur dan sampai terjadi puso,” ujarnya.

Joko menjelaskan, serangan hama wereng yang terus menerus membuat tanaman menjadi puso.

Hingga akhirnya tidak berbuah dan mengalami kematian. Hama wereng menyerang batang tanaman yang mengakibatkan tanaman padi kering.

“Perkembangan hama wereng cepat sekali, makanya pengawasan di lapangan benar-benar cermat. Kami tidak usah menunggu serangan banyak, langsung ambil tindakan begitu ada serangan,” jelasnya.

Joko mengatakan, pada tahun lalu pihaknya tidak menemukan adanya serangan hama wereng di Bantul.

Joko mengklaim serangan hama wereng sampai saat ini tidak begitu parah. Meski memang ada beberapa titik yang terdapat serangan hama wereng.

Ia menyebut, pihaknya telah melakukan penyemprotan dan tanaman bisa kembali bertumbuh dengan bagus.

“Sampai sekarang juga ada pengubinan di Pleret, produksinya bagus tidak ada masalah,” katanya.

Meski serangan wereng telah menyebar ke berbagai kapanewon di Bantul, Joko masih yakin produksi gabah pada masa tanam pertama tahun ini akan tetap tinggi.

Ia menilai tidak ada potensi gagal panen. Lantaran penanganan serangan wereng dinilai sudah masif. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#Pertanian #Kasihan #hama wereng #lahan #Bantul #padi #Petani