BANTUL – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul memastikan harga kebutuhan pokok relatif stabil jelang Lebaran 2024.
Selain itu, aspek ketersediaan atau suplai bahan pokok diklaim masih mencukupi.
Plt Kepala DKUKMPP Bantul Husin Bahri mengatakan, pihaknya mengambil sejumlah langkah untuk mengupayakan ketersediaan dan kestabilan harga barang kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1445 Hijriah.
Seperti melakukan pantauan harga kebutuhan pokok di lima pasar rakyat di Bantul. Yakni, Pasar Bantul, Niten, Imogiri, Pijenan, dan Piyungan.
Dari pantauan tersebut, komoditas yang mengalami penurunan harga adalah beras premium dari Rp 14.967 per kilogram (kg) menjadi Rp 14.600 per kg.
Lalu beras medium dari Rp 13.933 per kg menjadi Rp 13.500 per kg.
Kemudian telur ayam ras dari Rp 26.733 per kg menjadi Rp 26 ribu per kg.
“Tapi memang masih ada beberapa komoditas yang harganya naik, tapi masih dalam batas wajar,” ujar Husin di kantor bupati Bantul, Kamis (4/4/2024).
Beberapa komoditas yang harganya naik adalah daging ayam ras di harga Rp 37.600 per kg, bawang merah di harga Rp 33.800 per kg dan bawang putih di harga Rp 41.750 per kg.
“Komoditas yang lain masih stabil seperti gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, daging sapi, cabai merah keriting dan cabai rawit merah,” jelas Husin.
Perubahan harga tersebut adalah hasil rekapitulasi perbandignan harga pada pekan pertama April 2024 dengan pekan keempat Maret 2024.
Selain itu, DKUKMPP Bantul juga melaksanakan kegiatan pasar murah bahan pokok sebanyak tiga kali pada Maret 2024.
Digelar di tiga kapanewon rawan kemisikinan yakni Imogiri, Dlingo dan Pajangan.
Kegiatan itu dilakukan untuk menyediakan barang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau di masyarakat.
Kemudian juga melaksanakan operasi pasar penyaluran beras SPHP sebanyak 26 ton ke pedagang Pasar Barongan, Pleret dan Pundong.
Serta operasi gula pasir sebanyak empat ton ke pedagang Pasar Imogiri.
Husin mengatakan, jumlah ketersediaan beras di lima pasar rakyat mencapai total 9 ton.
Kemudian gula pasir sebanyak 1.915 kg dan tepung terigu sebanyak 3.199 kg.
ia juga memastikan bahwa ketersediaan atau suplai bahan pokok secara umum masih dalam kondisi aman dan mencukupi untuk menghadapi masa Lebaran 2024.
Stok berjalan dari sejumlah komoditas di Bulog masih mencukupi. Yakni beras 4.767,05 ton, gula pasir 87.707 kg, minyak goreng 44.606 liter dan tepung terigu 27.725 kg.
“Diimbau kepada masyarakat untuk belanja bijak, belanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Juga tidak panic buying agar tercipta kestabilan harga,” imbau Husin.
Mantan sekretaris Kapanewon Pandak ini menyebut, aspek ketersediaan gas elpiji 3 kg aman dan cukup hingga Lebaran 2024.
Hal itu didasarkan dari pantauan di 16 pangkalan gas elpiji. Menurutnya, kebutuhan gas akan meningkat pada masa lebaran.
“Tidak terjadi kelangkaan dan harga terjangkau di masyarakat. Apabila suatu saat terjadi kelangkaan, pemerintah daerah bisa mengajukan permohonan penambahan kuota kepada Pertamina,” kata Husin.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menambahkan, sejumlah harga komoditas di pasaran masih cenderung tinggi menjelang lebaran.
Sebab, tiingkat konsumsi masyarakat meningkat signifikan menjelang lebaran. Ia menyebut, kondisi itu terjadi karena ada tarikan permintaan pasar yang kuat dari konsumen.
“Selain itu, ada penurunan dari sisi produksi beberapa komoditas. Hal itu membuat sejumlah harga komoditas di pasaran masih ada yang meningkat atau cenderung tinggi,” ujarnya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad