BANTUL – Jalan berlubang. Belasan lubang masih ditemukan di Jl Pleret Km 1, Kalurahan Potorono, Banguntapan, Bantul. Akibatnya, setiap musim hujan banyak pengendara yang terjatuh di ruas jalan tersebut.
Salah satu warga setempat, Muryantinah, 60, mengaku sering terjadi kecelakaan di jalan tersebut saat hujan.
"Kecelakaan banyak banget yang jatuh di situ. Dalam sebulan ada saja yang jatuh, bisa ada sekitar lima kejadian dalam sebulan," katanya saat ditemui, Selasa (2/4/2024).
Muryatinah mengaku, kecelakaan sering terjadi saat hujan malam hari.
Menurutnya, banyak kecelakaan terjadi karena pengendara tidak melihat lubang yang tertutup genangan air.
Ia menyebut, sekitar awal tahun 2024 telah dilakukan penambalan di ruas jalan tersebut.
Ia mengaku penanganan jalan serupa telah dilakukan beberapa tahun lalu.
Namun, menurutnya, ketika musim hujan, ruas jalan tersebut kembali berlubang.
"Beberapa waktu lalu ruas jalan yang berlubang sudah diberi penanda lingkaran putih, tapi sekarang penandanya itu mulai pudar,” ujar warga Padukuhan Mertosanan Kulon ini.
Sementara warga lain Erick Syafriatna, 31, mengaku menggunakan jalan tersebut setiap hari untuk beraktivitas.
Ia pun juga mengeluhkan beberapa lubang yang ada di Jalan Pleret.
"Memang di beberapa titik ada jalan yang rusak dan tidak ditindaklanjuti oleh perangkat daerah setempat yang menyebabkan menganggu kenyamanan berkendara dan juga kemacetan di jam-jam tertentu," ungkapnya.
Menurutnya, saat pagi hari sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB dan sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 WIB kondisi jalan cukup padat.
Lantaran pengguna jalan mengemudikan kendaraannya lebih pelan untuk menghindari beberapa lubang yang ada.
Ia pun mengaku sudah hapal lubang-lubang yang ada di jalan tersebut. Menurutnya, jalan tersebut perlu diperbaiki segera.
"Kami juga heran beberapa waktu lalu sempat ada perbaikan jalan, tapi yang diperbaiki hanya bagian selatan saja. Jalan Pleret yang bagian utara ke Ngipik itu tidak diperbaiki dan jalannya tambah rusak," katanya.
Menurutnya, apabila ruas jalan tersebut merupakan satu kesatuan, maka seharusnya penanganannya dilakukan serentak.
Erick pun mengaku sering memilih menggunakan jalan alternatif lainnya saat sore hari untuk menghindari kepadatan dan jalan yang berlubang di sana.
"Untuk mengantisipasinya mungkin untuk melewati jalan tersebut ya harus pelan-pelan dan juga perlu kesabaran yang ekstra supaya tidak misuh-misuh," lontar warga Padukuhan Kranginan ini.
Terpisah, Kepala Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul Eka Budisantosa menyampaikan, pihaknya telah melakukan penambalan Jalan Pleret dari arah Ngipik ke Balong.
"Kami sudah pernah melakukan penambalan di situ. Habis penambalan selang berapa hari ada hujan deras berhari-hari. Karena tergenang mungkin tambalan kami terlepas, kondisi saat itu mungkin berlubang lagi," bebernya.
Eka pun memastikan ruas jalan tersebut akan diaspal ulang di tahun ini.
Meski begitu, ia belum dapat memastikan waktu pelaksanaan penambalan jalan tersebut.
"Itu masih menunggu proses lelang. Proses lelang masih harus menunggu, sesuai jadwal di sana. Tentunya yang jelas sesudah lebaran,” katanya.
Ia mengaku dinasnya masih memetakan jumlah ruas jalan yang rusak di Bantul.
Menurutnya, saat ini masih ada dua proses lelang. Nantinya, ruas jalan lain yang rusak akan diperbaiki secara bertahap.
Sementara APBD Bantul tahun 2024 yang dialokasikan untuk penanganan jalan sekitar Rp 5 miliar untuk 25 kilometer jalan tingkat kabupaten.
"Seluruh jalan yang menjadi kewenangan kabupaten akan kami perbaiki," ujarnya.
Eka menambahkan, perbaikan jalan di Bantul telah dilakukan sejak Februari 2024. Kemudian akan terus berlangsung hingga H-1 lebaran.
Saat ini, penanganan jalan rusak dengan penambalan telah dilakukan di Banguntapan, Sewon, Kasihan, dan Pajangan. (tyo)
Editor : Amin Surachmad