BANTUL – Para petani bawang merah di Kabupaten Bantul sudah mulai panen sejak tiga minggu lalu. Hanya saja jumlahnya tidak begitu besar, yakni di beberapa spot lahan berpasir.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo mengatakan, produksi bawang merah saat ini belum bisa optimal.
Sebab, terkendala faktor cuaca yang sering turun hujan dan membuat banyak hama ulat.
Hal itu membuat ukuran bawang merah yang diproduksi berukuran kecil.
“Sehingga produksi dan besaran tidak bisa maksimal, tapi petani masih bisa menikmati dengan harga yang cukup baik,” ujarnya saat ditemui, Senin (25/3).
Ia menjelaskan, sebaran panen bawang merah berada di spot-spot lahan berpasir yang ada di Kapanewon Sanden dan sebagian Kapanewon Kretek.
Harga cabut bawang merah, menurutnya, sempat mencapai Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram.
“Harga itu termasuk tinggi, dengan BEP (Break Even Poin) Rp 12 ribu. Walaupun sekarang harga kering sekitar Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu per kilogram di pasaran,” jelasnya.
Joko mengatakan, setidaknya ada 50 sampai 75 hektare lahan pasir yang panen bawang merah saat ini.
Jumlah panennya bisa mencapai 10 hingga 15 ton per hektare.
Bawang merah di Bantul hampir setiap tahun rutin ada panen. Sebab, titanam di lahan pasir, bukan lahan sawah.
Penanaman bawang merah di lahan pasir mampu mencapai empat sampai enam kali penanaman dalam setahun.
“Total ada sekitar 1.500 hektare lahan pasir yang untuk bawang merah,” ungkap Joko.
Pemkab Bantul sendiri mengatur masa tanam bawang merah di wilayahnya.
Sebab, jika bawang merah ditanam secara serentak, harganya dapat melambung tinggi ketika dipanen bersamaan.
Namun jika ditanam dan dipanen bergantian setiap bulan, petani dapat menikmati harga yang bagus.
Sistem pengairan atau irigasi pun juga menggunakan metode elektrifikasi dengan listrik. Sehingga setiap bulan ada tanaman dan panen bawang merah di lahan pasir.
“Sehingga nantinya bisa mengendalikan inflasi karena salah satu pengendali inflasi di sektor pertanian adalah bawang merah,” kata Joko.
Ia memastikan Kabupaten Bantul tidak kekurangan stok bawang merah dan cabai. Bahkan diprediksi mampu menyuplai kebutuhan di luar Bantul.
“Kebutuhan bahan pangan di Bantul insyaallah aman, untuk padi baru panen, bawang merah dan cabai Insya Allah tidak bermasalah. Stok aman terkendali,” ucapnya.
Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul mencatat harga bawang merah di lima pasar pantauan rata-rata meningkat menjadi Rp 33.800 per kilogram.
Pantauan dilakukan di Pasar Bantul, Pasar Niten, Pasar Piyungan, Pasar Imogiri dan Pasar Pijenan. Kenaikan harga disebabkan karena permintaan yang meningkat.
“Tetapi aspek suplainya mungkin belum mencukupi," ujar Sekretaris DKUKMPP Bantul Husin Bahri. (tyo)
Editor : Amin Surachmad