BANTUL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mengklaim kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bantul masih landai hingga saat ini.
Terkendalinya kasus DBD di Bumi Projotamansari dipengaruhi masyarakat yang sudah memiliki kesadaran deteksi dini.
Berdasarkan data Dinkes Bantul hingga 18 Maret 2024, ada 13 kasus pada Januari 2024, ada 26 kasus pada Februari 2024, dan ada 14 kasus hingga 18 Maret 2024.
Sementara pada tahun 2023, ada 32 kasus pada Januari, Februari 2023 ada 19 kasus, dan Maret 2023 ada 17 kasus.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul Samsu Aryanto mengatakan, masyarakat Bantul sudah memiliki kesadaran untuk menciptakan lingkungan yang bersih.
Kesadaran masyarakat Bantul untuk menerapkan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) sudah cukup tinggi.
“Tidak membiarkan tempat terbuka yang berdampak pada perindukan nyamuk. Itu membuat kasus relatif landai,” katanya, Kamis (21/3).
Ia menilai, peningkatan kasus DBD dari awal tahun hingga saat ini disebabkan karena berbagai faktor.
Seperti faktor lingkungan dan perilaku masyarakat. Selain itu, menurutnya cuaca ekstrem yang terjadi belakangan juga turut berpengaruh.
"Jika dibandingkan dengan periode yang sama dengan tahun sebelumnya, saat ini masih relatif terkendali," ujarnya.
Meski begitu, menurut Samsu, dengan tidak adanya kasus meninggal selama tahun 2023-Maret 2024, maka kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini DBD dinilai sudah baik.
"Kasus meninggal biasanya karena ada keterlambatan dibawa ke fasyankes, sehingga keterlambatan penanganan," ungkapnya.
Ia menyampaikan, beberapa gejala DBD yang perlu diwaspadai masyarakat antara lain demam tinggi dengan siklus naik turun lalu muncul ruam pada kulit.
Samsu mengimbau apabila masyarakat mengalami gejala tersebut diharapkan segera memeriksakan diri ke fasyankes terdekat.
Menurutnya, untuk memastikan demam tersebut disebabkan karena DBD, maka akan dilakukan tes darah untuk mengetahui jumlah trombosit yang bersangkutan.
"Jangan sampai kurang peduli, jangan sampai terlambat mengenali gejala. Kewaspadaan harus tetap dilakukan," tegasnya.
Ia menyebut, Dinkes Bantul terus memberikan sosialisasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat.
Selain itu juga meningkatkan edukasi melalui promosi kesehatan dinkes kepada masyarakat untuk menjaga lingkungannya tetap bersih.
“Kami juga memberikan edukasi responsif gejala DBD," jelasnya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad