Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Enam Perairan di Bantul Jadi Lokasi Restocking Ikan pada 2024

Gregorius Bramantyo • Kamis, 21 Maret 2024 | 02:19 WIB
Ilustrasi logo Pemkab Bantul. (Istimewa)
Ilustrasi logo Pemkab Bantul. (Istimewa)

BANTUL – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan program restocking ikan atau penebaran benih ikan pada tahun anggaran 2024.

Ada enam lokasi perairan umum di wilayah Kabupaten Bantul yang menjadi sasaran.

Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Usaha Perikanan DKP Bantul Irawan Waluyo Jati mengatakan, tahun 2024 ini pihaknya tidak melakukan program restocking.

Hanya DKP DIY yang melakukan program tersebut. "Untuk pelaksanaan sekitar bulan Mei 2024," katanya saat dihubungi, Rabu (20/3).

Wawan, sapaannya, mengatakan, enam lokasi perairan di wilayah Bantul yang menjadi sasaran restocking DKP DIY berada di tiga titik perairan air tawar kemudian tiga lokasi di perairan payau.

Untuk perairan payau ada di kawasan Laguna Pengklik Pantai Samas, lalu perairan Baros di Kalurahan Tirtohargo, Kretek.

Kemudian di muara Sungai Progo wilayah Pantai Baru, Kalurahan Poncosari, Srandakan.

Sementara tiga titik di wilayah perairan air tawar atau perairan yang berada di daratan rencananya ada di wilayah Kapanewon Sewon, Piyungan, dan Kasihan.

"Untuk jenis ikan di air payau itu ikan bandeng, lalu kalau di air tawar ada udang galah, ikan nilem, wader dan tawes," ujar Wawan.

Ia merinci, untuk jumlah benih ikan bandeng sebanyak 8.800 ekor.

Sementara untuk restocking ikan lokal di perairan umum daratan tersebut dengan jenis ikan tawes 5.200 ekor, udang galah 2.080 ekor, ikan nilem 2.080 ekor, dan ikan wader 2.080 ekor.

Menurut Wawan, lokasi yang dipilih untuk program restocking ikan tersebut merupakan usulan dari masyarakat yang tergabung dalam kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas).

Setelah sebelumnya pemkab melakukan sosialisasi tentang kegiatan restocking ikan. Usulan itu berdasarkan proposal yang diajukan melalui penyuluh ke DKP DIY.

Prosedurnya, DKP Bantul meminta kepada penyuluh perikanan untuk mendata terkait perlunya kebutuhan untuk restocking ikan. DKP Bantul juga mengadakan sosialisasi dan pengawasan.

Dari situ, kemudian muncul permintaan untuk restocking. “Akhirnya kami akomodasi dengan kegiatan dari provinsi," jelasnya.

Wawan mengatakan, program restocking ikan dari Bantul pada tahun 2024 tidak dianggarkan karena ada refocusing anggaran.

Sehingga kegiatan atau program yang dianggap tidak urgen untuk dilakukan akan ditiadakan.

Program ini salah satunya bertujuan untuk menambah populasi ikan lokal di perairan umum," katanya.

Sementara pada 2025, DKP Bantul akan kembali melakukan program restocking ikan. Rencananya sekitar 15 ribu bibit ikan nilem dan tawes akan disebar.

Selain itu, DKP Bantul saat ini juga mengoptimalkan Balai Benih Ikan (BBI) yang dimiliki. Seperti di BBI Barongan yang tahun ini sudah memulai pembudidayaan ikan nilem.

"Ke depan ketersediaan bibit ikan-ikan lokal bisa langsung beli ke BBI di Barongan,” ucap Wawan.

Kepala Bidang Kelautan, Pesisir dan Pengawasan DKP DIY Veronica Vony Rorong menyampaikan, untuk menjaga eksistensi populasi ikan lokal, DKP DIY melakukan tabur benih ikan setiap tahunnya.

Tahun 2023 dilakukan 60 paket tabur benih ikan. Sementara tahun 2024 ada 60 paket tabur benih ikan. Dari jumlah tersebut, enam paket dilakukan di Bantul tahun ini.

“Kami mencoba mengembalikan populasi ikan lokal dari jumlahnya yang sedikit. Harapan kami makin lama makin banyak untuk jumlah ikan lokal yang sudah mulai berkurang, seperti sepat, udang, kami coba mulai menggantinya,” jelasnya.

Vony berharap kesadaran masyarakat untuk tidak menabur benih ikan invasif di perairan juga semakin meningkat. Sebab, populasi beberapa ikan lokal di DIY dinilai mulai menurun.

Menurutnya, keberadan ikan invasif atau predator di beberapa perairan di Bantul menyebabkan penurunan populasi ikan lokal.

“Untuk perairan umum daratan seperti sungai dan waduk sudah mengalami penurunan populasi ikan lokal sekitar 30 persen,” ungkapnya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#penebaran benih ikan #restocking ikan