Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Masih Sesuai HET, Stok Gas Melon di Bantul Aman pada Awal Ramadan

Gregorius Bramantyo • Rabu, 13 Maret 2024 | 23:52 WIB
Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul Husin Bahri.
Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul Husin Bahri.

BANTUL – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul memastikan harga dan pasokan elpiji bersubsidi dalam tabung ukuran tiga kilogram di Bantul aman pada awal bulan Ramadan.

Ketersediaan gas elpiji saat ini cenderung stabil.

Sekretaris DKUKMPP Bantul Husin Bahri mengungkapkan, harga elpiji subsidi masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Menurutnya, elpiji bersubsidi saat ini tidak terjadi fluktuasi terkait stabilisasi harganya.

”Cenderung stabil, sama dengan harga eceran tertinggi yang sudah ditetapkan pemerintah," ujarnya, Rabu (13/3).

Harga elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram di pangkalan saat ini masih sesuai dengan HET. Begitu juga dengan tabung gas melon di tingkat pengecer wilayah Bantul.

Masih stabil pada kisaran Rp 20 ribu per tabung, sama dengan sebelumnya. Husin menyebut, dari aspek ketersediaan elpiji secara umum, kuota untuk Bantul relatif aman.

“Memang perhitungan sudah memperhitungkan dengan momen-momen seperti hari besar, liburan dan sebagainya, sehingga sudah diantisipasi," katanya.

Sejauh ini memang belum ada kebijakan penambahan pasokan elpiji bersubsidi dari pemerintah.

alasannya, selain tidak ada lonjakan permintaan di masyarakat, juga tidak ada gejolak harga.

Sementara untuk penambahan pasokan nantinya akan ada kebijakan khusus. Kebijakan semacam ini hanya dilakukan jika ada situasi peningkatan gejolak harga yang tinggi dengan ketersediaan yang rendah atau tidak mencukupi.

"Tapi jika kondisinya stabil, maka hal itu tidak akan kita lakukan. Sehingga kita menyesuaikan dengan kuota atau alokasi yang sudah dirancang selama satu tahun ini,” ucap Husin.

Sementara dalam menghadapi bulan Ramadan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, ketersediaan elpiji justru tidak menemui kendala.

Sebaliknya, terjadinya peningkatan penggunaan elpiji diperkirakan terjadi pada saat liburan di bulan Juni hingga Juli.

Sebab, aktivitas liburan yang meningkat secara umum diikuti dengan aktivitas perekonomian yang juga meningkat.

“Karena pada dua bulan itu kondisi perekonomian meningkat, misalnya usaha-usaha kuliner dan sebagainya akan lebih masif menggunakan gas elpiji,” beber Husin.

Ia menambahkan, kebijakan pembelian gas melon menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) masih dalam pendataan.

Penerima subsidi elpiji tiga kilogram menyasar UMKM pada sektor pangan yang memanfaatkan gas melon tersebut.

“Kemudian rumah tangga pra sejahtera dan para petani yang menggunakan pompa air berbahan bakar gas,” jelasnya.

Dari pendataan tersebut, penerima subsidi elpiji tiga kilogram di Bantul terdiri dari 8.742 UMKM, 210.660 Kartu Keluarga (KK), dan 1.628 petani sasaran.

Sementara pada 2023, Pemkab Bantul menggelontorkan elpiji tiga kilogram hingga mencapai 35.620 metrik ton atau setara dengan 11.873.333 tabung.

Kemudian rata-rata pengeluarannya sebanyak 2.900-3.400 metrik ton per bulan. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#elpiji bersubsidi #ramadhan #DKUKMPP Bantul