Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Stabilkan Pasokan Harga dan Pangan Jelang Ramadan, DKPP Bantul Adakan Gerakan Pangan Murah

Gregorius Bramantyo • Kamis, 7 Maret 2024 | 00:05 WIB
MURAH: Warga saat berbelanja kebutuhan bahan pokok bawang merah dalam Gerakan Pangan Murah di Pendopo Kompleks Pemda II Manding, Bantul, Rabu (6/3).
MURAH: Warga saat berbelanja kebutuhan bahan pokok bawang merah dalam Gerakan Pangan Murah di Pendopo Kompleks Pemda II Manding, Bantul, Rabu (6/3).

BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar Gerakan Pangan Murah di Pendopo Kompleks Pemda II Manding, Bantul, Rabu (6/3).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul ini bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan jelang bulan Ramadan.

Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo menjelaskan, pada Gerakan Pangan Murah kali ini, pihaknya tidak hanya menjual beras.

Namun, juga sejumlah harga kebutuhan pokok lainnya. Seperti gula, tepung terigu, bawang merah, bawang putih, dan telur ayam.

Terkait dengan stok beras yang disediakan, Joko menyebut pihaknya menyiapkan empat ton beras untuk Gerakan Pangan Murah kali ini.

“Untuk total stok semua komoditas sekitar tujuh ton,” kata Joko, Rabu (6/3).

Sementara untuk keluarga penerima manfaat (KPM) dari Gerakan Pangan Murah ini adalah masyarakat Kabupaten Bantul secara umum.

Berbeda dengan pasar murah yang digelar oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul.

Di mana, sasaran KPM dari pasar murah DKUKMPP adalah kapanewon yang angka kemiskinannnya tinggi.

Mengenai teknis pembelian, Joko menyebut jika warga yang hendak membeli komoditas di Gerakan Pangan Murah harus menunjukkan KTP Bantul. Pembelian beras maksimal lima kilogram.

“Masyarakat umum bisa membeli dengan batas-batas yang diputuskan, asal mereka bukan anggota ASN. Ada pembatasan memang, karena tujuan dari kegiatan ini untuk menstabilkan harga bahan pokok,” ujarnya.

Joko memastikan harga semua komoditas dalam Gerakan Pangan Murah ini di bawah harga pasaran. Untuk komoditas beras, DKPP Bantul bekerja sama dengan Bulog dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Sedangkan untuk gula, DKPP Bantul menggandeng Rajawali Nusindo selaku distributor. Tepung terigu dipasok dari distributor Perusahaan Perdagangan Indonesia Persero.

Bawang merah dan bawang putih dipasok dari Kelompok Tani Ngudi Makmur.

“Untuk yang telur ayam, kami bekerja sama dengan UD Sumber Telur Jaya,” jelas Joko.

Salah satu penerima manfaat Sariyem, 58, mengungkapkan, dirinya membeli telur ayam dan beras dalam Gerakan Pangan Murah kali ini.

Diakui, harga telur dan beras memang berada di bawah pasaran. Untuk telur yang ia beli sebanyak tiga kilogram, harganya Rp 29 ribu per kilogram.

“Biasanya di swalayan sama pasar itu Rp 32 ribu,” ungkapnya.

Sariyem mengakui, dalam Gerakan Pangan Murah ini, ia kehabisan beras medium kemasan lima kilogram seharga Rp 51 ribu.

Alhasil, ia beralih membeli beras premium kemasan lima kilogram yang dibanderol seharga Rp 73.500.

“Tapi, harganya tetap lebih murah di sini daripada di pasaran. Kalau di pasaran beras premium itu sekarang lebih dari Rp 15 ribu per kilogramnya,” ujar warga Kalurahan Trirenggo ini. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#Bantul #pasar murah