BANTUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyatakan siap melaksanakan desentralisasi pengolahan sampah.
Ini seiring dengan ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan secara permanen pada April 2024.
Sekda Kabupaten Bantul Agus Budiraharja menyampaikan, Pemkab Bantul telah memiliki roadmap pengelolaan sampah untuk mengantisipasi ditutupnya TPST Piyungan.
Saat ini ITF Niten telah mulai mengolah sampah dengan kapasitas lima ton per hari sejak Februari 2024.
Selain itu, menurutnya, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Modalan saat ini masih dalam proses pembangunan.
Diperkirakan mulai beroperasi pada September 2024. TPST Modalan direncanakan akan mengolah sampah hingga 40 ton per hari.
“TPST Argodadi dengan rencana operasional 40 ton per hari saat ini masih dalam proses penetapan pemenang tender dan direncanakan bisa beroperasi pada September 2024,” katanya saat ditemui di TPA Piyungan, Selasa (5/3).
Sementara itu, TPS3R Guwosari dan Karangtengah saat ini telah mengolah dua ton sampah per hari sejak Februari 2024.
Kemudian pada Desember 2024, Pemkab Bantul akan menambah tiga lokasi TPS3R. Masing-masing ditargetkan dapat mengolah sampah hingga 10 ton per hari.
“Diharapkan pada Desember 2024 yang masuk ke TPA Piyungan dengan skema pembatasan bisa dikelola secara keseluruhan di Kabupaten Bantul. Ada kuota warga sekitar sekitar 25 ton per hari yang belum terolah dalam skema pengolahan sampah secara desentralisasi,” beber Agus.
Selain itu, TPST Bawuran akan dilakukan groundbreaking pada 7 Maret 2024.
Kemudian awal Mei 2024, TPST Bawuran akan beroperasi sebagai pusat karbonisasi Kabupaten Bantul dengan kapasitas 40 ton per hari.
“Lalu pada tahun 2025 akan dilakukan operasional Bantul resilience green city kapasitas 20 ton per hari. Saat ini masih proses visibility studies,” jelas Agus.
Ia menyampaikan, transisi pengolahan sampah dengan pemberdayaan masyarakat suda dimulai sejak tahun 2023.
Dengan mengurangi timbunan sampah dari rumah tangga, pengolahan sampah dari rumah tangga, padukuhan, dasawisma dan rukun tetangga (RT).
"Tentu memang kami akan berproses untuk melakukan tahapan sesuai dengan peta jalan yang kami susun,” ujar mantan kepala Dinas Kesehatan Bantul ini.
Pemkab Bantul sendiri akan tetap mengoptimalkan keberadaan ITF Niten, TPS3R, rumah pilah, bank sampah dan program jugangan yang saat ini telah berjalan.
Meski belum sepenuhnya mampu mengatasi sampah yang diproduksi masyarakat di Bantul, upaya tersebut dinilai cukup optimal untuk menekan volume sampah di Bantul.
“Sembari kami menunggu selesainya pembangunan TPST Modalan dan Dingkikan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul Bambang Purwadi Nugroho.
Ia menyebut, hal itu sedang diupayakan. Meski begitu, percepatan pembangunan TPST Modalan dan Dingkikan juga harus mempertimbangkan faktor teknis.
"Karena pengadaan ada jadwalnya, tentu nanti kami evaluasi. Untuk TPST Modalan itu kemungkinan selesai September. Karena pengecoran itu kan butuh waktu,” imbuhya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad