Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Harga Tinggi, Stok Gabah di Bantul Diklaim Masih Aman

Gregorius Bramantyo • Sabtu, 24 Februari 2024 | 02:15 WIB
PANEN: Anggota kelompok Tani Bulus Kulon merontokkan padi yang telah dipanen menggunakan mesin di wilayah Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Bantul.
PANEN: Anggota kelompok Tani Bulus Kulon merontokkan padi yang telah dipanen menggunakan mesin di wilayah Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Bantul.

BANTUL – Rata-rata harga gabah di tingkat petani hingga Februari 2024 mengalami kenaikan. Baik secara bulanan maupun tahunan.

Harga gabah kering giling secara nasional berada di level Rp 8.095 per kilogram (kg). Naik 24,52 persen dibanding pada tahun lalu.

Meski harga gabah sedang tinggi, tidak semua petani menikmatinya. Beberapa kelompok tani di Bantul justru belum memiliki gabah karena masih menunggu panen raya.

Hal itu diungkapkan oleh petani di kelompok tani Sidodadi, Kalurahan Tamantirto, Kasihan, Sardjono.

Ia menyebut, sebelumnya harga gabah di tingkat petani sekitar Rp 6 ribu per kg. Sementara jika sedang anjlok, harganya bisa menurun hingga Rp 3 ribu per kg.

“Secara keseluruhan kalau di sini pas belum panen. Perkiraan panen bulan Maret-April, kemungkinan sampai Mei. Sekarang baru tanam, ini baru dua minggu,” ujarnya, Jumat (23/2).

Menurutnya, kenaikan harga jual gabah dari para petani dipengaruhi sejumlah faktor.

SMulai dari kondisi cuaca buruk yang menyebabkan jadwal tanam dan panen mundur beberapa bulan.

Hingga harga pupuk yang relatif mahal di pasaran.

Menurutnya, harga gabah kering memang biasanya fluktuatif. Naik-turun sesuai dengan kondisi pasaran. Harga gabah biasanya anjlok saat masa panen raya.

Naiknya harga gabah saat ini juga disebabkan karena sedang tidak masa panen.

Meski begitu, kelompok tani Sidodadi belum dapat memprediksi kapan harga gabah akan naik atau merendah.

“Di mana-mana sekarang baru mulai tanam karena hujannya kemarin terlambat. Kalau harga gabah jelas berpengaruh ke harga beras,” ucap Sardjono.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul memastikan stok gabah baik gabah kering giling maupun gabah kering panen di Bantul masih mencukupi.

Meskipun saat ini harga gabah cukup tinggi. Untuk gabah kering giling di Bantul saat ini harganya di atas Rp 7 ribu per kg dan gabah kering panen di atas Rp 6 ribu per kg.

"Saat ini memang harga gabah di Bantul cukup tinggi. Meski tinggi, kami pastikan stok yang ada masih mencukupi," kata Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo.

Meski begitu, ia belum bisa menyebutkan detail stok gabah. Namun menurutnya, tingginya harga gabah ini dipastikan tidak akan berlangsung lama. Karena beberapa daerah di Bantul sudah ada yang melakukan panen.

Meskipun tidak secara serentak dan jumlah produksinya tidak banyak. Ia sendiri memprediksi panen raya akan berlangsung pada April 2024.

"Maret pertengahan sudah banyak yang panen. Sekarang pun ada yang sudah panen meskipun di beberapa tempat," ungkap Joko.

Sementara target produksi gabah kering giling yang dihasilkan pada 2024 kali ini sebanyak 6,3 ton per hektare. Sedangkan dari produksi padi di Bantul pada 2023 ada 185 ribu ton gabah kering giling.

Jumlah itu menurun dibandingkan tahun 2022. Ketika produksi padinya hampir 200 ribu ton. Maka dari itu, DKPP Bantul berupaya meningkatkan luas tanam minimal 29 ribu hektare pada 2024.

"Agar nanti produksi padi juga mengalami peningkatan. Kalau produksi gabah banyak maka akan mencukupi kebutuhan di pasaran,” ujar Joko. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#panen raya #harga gabah #harga beras