RADAR JOGJA – Seekor buaya sempat membuat heboh warga Perumahan Griya Alvita di Jalan Wates KM 3, Padukuhan Sonopakis Lor, Ngestiharjo, Kasihan pada Minggu (18/2) bukanlah buaya liar. Namun buaya hasil evakuasi yang lepas akibat orang yang kepo alias ingin tahu.
Orang yang mengevakuasi buaya sejak awal adalah Widi Heru Wasana atau yang akrab dikenal sebagai Heru Gundul. Heru menjelaskan, kejadian berawal saat dirinya mengevakuasi seekor buaya pada Jumat (16/2). Selanjutnya buaya itu dievakuasi oleh Heru ke rumahnya di Sonopakis Lor.
"Buaya ini hasil evakuasi dari rumahnya almarhum Aji Rachmat, Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia yang meninggal satu tahun yang lalu," katanya kemarin (19/2).
Setelah mengevakuasi buaya muara dengan panjang sekitar dua meter, Heru mengaku, memiliki agenda yang padat. Sehingga buaya itu ditransitkan di rumahnya di Perumahan Griya Alvita. Saat berada di rumahnya, buaya itu dalam posisi terikat. “Sudah saya taleni terus saya masukin ke area. Cuma karena buaya ini banyak gerak ikatannya bisa lepas sendiri,” jelasnya.
Posisi buaya tersebut sebenarnya aman. Hanya saja ada warga yang kepo atau ingin tahu terkait buaya tersebut. Sehingga membuka pintu di bangunan rumah Heru pada Minggu (18/2) pagi. "Cuma karena ada orang yang kepo dia buka pintunya, ndilalah (kebetulan) pintunya rusak dan dia (buaya) keluar. Begitu ceritanya," ujar Heru.
Dia mengungkapkan, sebenarnya setelah buaya dievakuasi, dirinya ingin segera menyerahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jogjakarta. Namun karena akhir pekan membuatnya sulit untuk mengurus administrasi di kantor BKSDA.
"Karena Jumat saya padat acara, lalu Sabtu dan Minggu itu juga BKSDA untuk surat-menyurat tidak bisa. Jadi Senin ini saya serahkan ke BKSDA Bunder (Gunungkidul)," bebernya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul Irawan Kurnianto menyampaikan, buaya tersebut lepas dari kandang pemiliknya. Kemudian berkeliaran di sekitaran kompleks perumahan. Lalu oleh pemilik rumah dilaporkan ke Damkarmat BPBD Bantul. "Buayanya lepas dan nongkrong berjemur membuat takut warga yang melihat,” katanya. (tyo/eno)
Editor : Satria Pradika