Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

15 Petugas Penyelenggara Pemilu 2024 di Bantul Sakit, Satu Orang Meninggal Sebelum Pemilu

Gregorius Bramantyo • Selasa, 20 Februari 2024 | 01:32 WIB
Ketua KPU Bantul Joko Santosa.
Ketua KPU Bantul Joko Santosa.
BANTUL – Seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 22 Padukuhan Kadisono, Kalurahan Guwosari, Pajangan, Bantul, meninggal dunia sebelum penyelenggaraan Pemilu 2024.
 
Sementara 15 orang petugas lainnya sakit selama penyelenggaraan pemilu.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul Joko Santosa menjelaskan, seorang anggota KPPS berinisial AAH meninggal dunia pada Rabu (7/2) pukul 18.30 WIB.
 
 
Kejadian itu terjadi setelah AAH mengambil logistik daftar pemilih tetap (DPT), form C pemberitahuan atau undangan pemungutan suara, dan alat tulis di Kalurahan Guwosari.
 
Kemudian AAH pulang ke rumah untuk berkoordinasi dengan anggota KPPS lainnya sekitar pukul 19.00 WIB.

"Koordinasi dengan rekan KPPS berakhir sekitar pukul 22.00 WIB. Kemudian setelah adanya koordinasi itu, AAH merasa tidak enak badan," katanya, Senin (19/2).
 
Baca Juga: Lima TPS di Bantul Berpotensi Coblosan Ulang KPPS Beri Surat Suara Tak Sesuai Peruntukan

Kemudian, AAH meminta istrinya untuk dibuatkan makanan. Namun sebelum makanan itu jadi, AAH sudah tidak sadarkan diri.
 
Selanjutnya AAH dilarikan ke rumah sakit. "Sampai di rumah sakit AAH sudah dinyatakan meninggal dunia," imbuh Joko.

Menurut Joko, AAH meninggal dunia karena kelelahan. Sementara itu ada juga beberapa anggota penyelenggara pemilu lainnya yang mengalami sakit selama pemilu. 
 
 
Masing-masing ada seorang petugas ketertiban di Kalurahan Sendangsari, Pajangan dan Kalurahan Wijirejo, Pandak yang mengalami kecelakaan saat distribusi logistik pada Rabu (14/2).

Kemudian ada seorang anggota KPPS di Kapanewon Dlingo yang pingsan pada Kamis (15/2) dan kini tengah menjalani perawatan intensif di Puskesmas Dlingo.
 
Lalu, seorang anggota KPPS di Kalurahan Tirtosari, Kapanewon Kretek yang dirawat di RS Elisabeth Ganjuran setelah pengembalian kotak suara.
 
 
Kemudian ada seorang anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kalurahan Sabdodadi, Kapanewon Bantul, yang mimisan pada saat rekapitulasi suara pada Rabu (14/2).

Selanjutnya, ada empat orang anggota KPPS di Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan yang muntah-muntah saat pemungutan dan perhitungan suara.
 
Selain itu, ada seorang anggota KPPS di Kalurahan Argomulyo karena kesehatannya menurun sempat menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping pada Rabu (14/2).
 
 
“Kemudian diperbolehkan pulang. Namun pada Kamis (15/2) kembali masuk IGD RS PKU Muhammadiyah Gamping dan menjalani rawat inap,” terang Joko.

Kemudian ada masing-masing satu anggota KPPS yang mengalami muntah-muntah saat pemilu di Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan dan Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan.
 
Lalu, satu anggota PPS di Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan yang mengalami kecelakaan yang mengakibatkan patah tulang.
 
“Saat ini telah menjalani operasi dan rawat inap,” jelas Joko.

Sementara itu ada seorang anggota KPPS di Kalurahan Guwosari yang memiliki riwayat penyakit jantung. 
 
 
Anggota KPPS tersebut pada Sabtu (10/2) mengalami sesak napas. Kemudian memeriksakan diri dan diberi rujukan untuk periksa pada Senin (12/2).

Dari pemeriksaan tersebut, ia dinyatakan dalam kondisi baik dan diperbolehkan pulang. Kemudian anggota tersebut tetap melakukan tugasnya pada 14-15 Februari 2024.
 
Lalu, pada Kamis (16/2) anggota tersebut mengalami serangan jantung dan dibawa ke RS Panembahan Senopati.
 
“Kemudian hari Jumat (17/2) dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito,” ujar Joko.
 
Baca Juga: Sebanyak 17 TPS di DIY Masuk Saran Perbaikan PSU dan PSL, Surat Perbaikan Telah Dikirim, KPU DIY Wajib Tindak Lanjut

Kasus lain ada seorang anggota KPPS Sendangsari juga mengalami mual dan muntah pada Jumat (17/2) dan telah diperiksakan ke Puskesmas Pajangan.
 
Hingga saat ini, KPU Bantul masih berupaya memastikan mekanisme pembiayaan yang diterapkan pada para penyelenggara Pemilu tersebut.

Joko mengatakan, sebelumnya skemanya adalah bagi yang belum memiliki BPJS akan dibiayai oleh Pemkab Bantul untuk Jaminan Kesehatan Daerah.
 
Namun, ia belum melihat mekanisme pembiayaan kepada seluruh penyelenggara yang sakit. 
 
 
 
“Saya masih konsentrasi kesehatan, terkait kesehatan sudah ditanggung, apakah JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) atau BPJS saya masih belum mendalami," katanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Bantul Didik Joko Nugroho menyebut, ada dua pengawas TPS (PTPS) yang sakit selama penyelenggaraan Pemilu 2024.
 
Dua anggota PTPS tersebut berasal dari Kapanewon Imogiri dan Piyungan.
 
 
Saat ini jumlah PTPS yang sakit saat penyelenggara Pemilu 2024 masih dalam tahap inventarisasi oleh Bawaslu Bantul.
 
“Ada dua orang yang rawat inap. Kami belum bisa memastikan penyebab rawat inap. Saat ini kami masih akan berkoordinasi dengan rumah sakit," ujarnya. (tyo)
 
Editor : Amin Surachmad
#meninggal dunia #KPPS #pemilu 2024