BANTUL – Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bantul menyambangi beberapa tempat pemungutan suara (TPS).
Hal itu untuk memastikan persiapan dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menjelang pemungutan suara.
Beberapa TPS yang dipantau berada di Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri. Yakni TPS Nogosari, TPS Dengkeng, TPS Karangasem, dan TPS Karangtalun.
Halim mengatakan, Forkopimda Bantul bersama KPU Bantul memastikan seluruh logistik telah terkirim di tempatnya dengan aman. Juga dipastikan tidak ada kendala terkait logistik.
Dengan begitu, ia berharap perhelatan pesta demokrasi dapat berjalan dengan aman, menggembirakan dan tidak ada permasalahan yang berarti.
"Sehingga seluruh warga dapat berpartisipasi dalam pesta demokrasi dengan baik dengan tetap mengedepankan persatuan, kerukunan, keharmonisan seluruh warga Bantul. Karena perbedaan pilihan itu hal yang biasa," katanya kepada wartawan, Selasa (13/2).
Menurutnya, pesta demokrasi adalah kewajiban negara dan hak bagi warga negara untuk memberikan pilihannya.
Halim berharap kerukunan masyarakat tetap terjaga setelah gelaran Pemilu 2024 usai.
“Masyarakat harus dapat menerima apapun hasilnya dan tidak ada kecurangan. Sehingga kita bisa melakukan semacam rekonsiliasi sosial akibat perbedaan pilihan yang ada di tengah masyakat," ujar Halim.
Halim sendiri direncanakan akan menggunakan hak pilihnya di TPS 6 Singosaren pada Rabu (14/2) sekitar pukul 07.30.
Ketua KPU Bantul Joko Santosa menyampaikan, logistik Pemilu 2024 telah disalurkan ke 75 kalurahan di Bantul pada Selasa (13/2) pukul 13.00.
Kemudian, Panitia Pemungutan Suara (PPS) telah menyalurkan logistik tersebut ke setiap TPS. Dari 15.830 kotak suara, semuanya sudah terdistribusi dan tidak ada kecacatan yang berarti.
Walaupun ada beberapa kotak suara yang terpaksa harus diganti karena pecah, penumpukan pada waktu packing, dan saat dinaikkan ke dalam truk.
“Itu hanya ada di dua lokasi dan itu sudah kami ganti," jelasnya.
Menurut Joko, diperkirakan penyaluran logistik ke setiap TPS maksimal pada Selasa (13/2) pukul 22.00.
Sementara proses pencoblosan akan dimulai pada Rabu (14/2) pukul 07.00-13.00.
"Kemudian ada jeda istirahat, shalat, makan, kemudian dilanjutkan perhitungan suara. Proses perhitungan suara prediksi kami sampai jam 02.00-03.00," katanya.
Sementara itu, Ketua KPPS TPS 21 Nogosari II Rusyanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada warga pemilih sejak Senin (12/2) kemarin.
Ada tiga pemilih yang tidak terdistribusikan Form C Pemberitahuan. Karena ada dua warga yang meninggal dunia, dan satu warga pindah memilih.
“Total di TPS 21 ini ada 281 pemilih,” jelasnya.
Ia menyebut, antusiasme pemilih di TPS tersebut cukup tinggi. Berkaca dari pengalaman saat Pemilu 2019 lalu.
Kehadiran pemilih mencapai 80-90 persen. Karena menurutnya, tidak mungkin di setiap TPS kehadirannya mencapai 100 persen.
“Kadang sebelum jam 07.00 sudah ada pemilih yang datang, ingin antrean yang awal mungkin. Dari pengalaman di TPS ini sebelum jam 13.00 sudah tidak ada lagi yang datang memilih,” ungkapnya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad