BANTUL – Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul menargetkan lama tinggal wisatawan atau length of stay di tahun 2024 mencapai hari.
Guna mencapai target tersebut, Dinpar Bantul mendorong integrasi pariwisata berbasis masyarakat atau community based tourism (CBT) di desa wisata.
Kepala Dinpar Bantul Kwintarto Heru Prabowo menjelaskan, saat ini lama tinggal wisatawan di Kabupaten Bantul berada pada angka 1,8 hari.
Menurutnya, penyebab lama tinggal wisatawan yang masih rendah karena CBT di desa wisata belum terintegrasi satu sama lain.
“Peningkatan length of stay dengan mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Paling tidak orang akan berlama-lama di Bantul,” katanya saat dihubungi, Jumat (2/2).
Kwintarto mengatakan, selama ini sebagian besar wisatawan hanya berkunjung ke salah satu desa wisata di Bantul.
Menurutnya jika ada integrasi antara pelaku wisata di desa wisata, maka lama tinggal wisatawan di Bantul berpotensi akan meningkat.
“Kalau selama ini datang ke Kasongan melihat produk, produksi, dan melihat hasil karya, setelah itu pergi. Kami berharap length of stay mereka melihat proses dari awal hingga akhir, sehingga di sana bisa 2-3 hari,” bebernya.
Mantan panewu Sewon ini menilai, setiap desa wisata di Bumi Projotamansari memiliki potensi keunikannya masing-masing.
Menurutnya, keunikan tersebut mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke beberapa desa wisata di Bantul.
“Proses membatik pun kita punya yang short time dan long time, sehingga paling tidak wisatawan bisa tertahan. Saat belajar batik ada Makam Imogiri, ada juga pembuatan keris dan pertanian di Kebonagung,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul Yohanes Hendra mengatakan, jumlah hotel di Bantul saat ini cukup terbatas.
Di Bantul saat ini hanya ada dua hotel bintang 4, satu hotel bintang 3, dan beberapa hotel non-bintang.
Menurutnya, hal itu berpengaruh pada lama tinggal wisatawan di Bantul.
“Sehingga kami tidak bisa memberikan sebuah pilihan kepada calon wisatawan agar length of stay-nya lama,” ucapnya.
Untuk itu, Hendra berharap jumlah hotel di Bantul dapat meningkat. Sehingga lama tinggal wisatawan di Bantul juga dapat meningkat.
Menurutnya, lama tinggal wisatawan selama dua hari di Bantul sebenarnya sudah cukup ideal.
“Harapan kami di tahun yang akan datang banyak hotel yang akan muncul di Kabupaten Bantul. Agar length of stay dapat menandingi Sleman atau Kulon Progo,” harapnya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad