Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Animo Uji KIR Masih Landai, Dishub Bantul Harapkan Tak Ada Penumpukan Kendaraan di Bulan Puasa

Gregorius Bramantyo • Jumat, 2 Februari 2024 | 00:13 WIB
CEK: Petugas Dishub Bantul melakukan uji berkala kendaraan bermotor di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor, Sewon, Bantul, Kamis (1/2).
CEK: Petugas Dishub Bantul melakukan uji berkala kendaraan bermotor di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor, Sewon, Bantul, Kamis (1/2).

BANTUL – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul mulai menggratiskan uji kir kendaraan bermotor sejak 2 Januari 2024.

Sudah berjalan satu bulan, jumlah peminatnya saat ini masih terhitung landai.

Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bantul Gatot Sunarto mengatakan, pada prinsipnya masyarakat menyambut positif kebijakan ini.

Hanya saja, untuk peningkatan uji kendaraan belum signifikan.

“Masyarakat juga senang tetapi justru dengan gratis itu mungkin sak selone saja, karena sudah tidak takut didenda. Kemungkinan seperti itu,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (1/2).

Selama bulan Januari 2024, tercatat ada 996 kendaraan yang melakukan uji kir.

Dari jumlah tersebut, ada 33 kendaraan yang tidak lulus uji. Kebanyakan tidak lulus karena masalah rem lalu ada lampu yang mati.

“Masyarakat kadang tidak sadar itu. Karena lampu kan ada lampu rem, lampu mundur, lampu kota, dan lampu utama jarak pendek dan jauh,” jelas Gatot.

Menurutnya, kebanyakan masyarakat mengujikan kendaraannya di saat bulan puasa mendekati lebaran.

Hal itu disebabkan karena masyarakat telah memiliki agenda untuk keluar kota menjelang lebaran.

Terutama, bus untuk angkutan lebaran, mobil carteran, kemudian mobil angkutan barang yang mobilitasnya tinggi. Biasanya mereka baru tergerak untuk uji kir saat bulan puasa.

Untuk itu, Gatot berharap agar di bulan puasa besok jumlah kendaraan yang diuji landai agar tidak terjadi penumpukan.

"Karena saat bulan puasa kuota per hari kami kurangi dan jam kerja juga dipotong. Harapannya agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang uji saat bulan puasa,” katanya.

Dishub Bantul sendiri membatasi kuota untuk uji kendaraan sebanyak maksimal 70 kendaraan dalam satu hari.

Selama Januari 2024, rata-rata 40 sampai 50 kendaraan yang diuji dalam sehari.

Sekali pengujian memakan waktu sekitar 25 hingga 30 menit.

“Kami buka Senin sampai Jumat, pelayanan dari jam 8.00 sampai jam 14.00,” terang Gatot.

Karena jumlah peminat yang masih landai, Dishub Bantul pun memaksimalkan pelayanan dengan melihat situasi.

Apabila kondisi sedang sepi namun ada kendaraan datang yang belum mendaftar, maka akan tetap dilayani langsung.

Hal itu memang sesuai dengan arahan dari kepala Dishub dan bupati Bantul.

“Artinya kami menerapkan sesuai SOP bila situasinya crowded atau penuh,” ucap Gatot.

Ia juga berharap partisipasi dari masyarakat untuk melakukan perawatan kendaraan secara mandiri setiap harinya. Hal itu agar saat diuji bisa lancar dan tidak tertunda lagi.

Sebab, dari semua item kendaraan memerlukan satu kesatuan. Sehingga jika ada salah satu yang tidak memenuhi persyaratan, maka belum bisa diluluskan.

“Harus mengulang lagi walau tidak semuanya dicek lagi. Itu kan kadang-kadang yang bikin lama,” ujarnya.

Salah satu warga Supardiono, 53, menyambut positif dengan digratiskannya uji kir.

Ia mengaku sebelumnya selalu tertib dan rutin untuk menguji kendaraannya selama enam bulan sekali.

Mobil bak terbuka miliknya biasa digunakan untuk mengangkut pakan ternak. Belum pernah digunakan ke luar kota.

“Yang diuji ini soal rem sama lampunya,” ungkap warga Palbapang, Bantul ini. (tyo)

 

Editor : Amin Surachmad
#uji kir #Dishub Bantul #UPTD #pengujian kendaraan bermotor