Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jokowi Temui Lima Ribu Nasabah PNM Mekaar di Bantul, Apresiasi Pertumbuhan Pesat Nasabah

Gregorius Bramantyo • Rabu, 31 Januari 2024 | 06:12 WIB
TERBAIK: Presiden Joko Widodo saat menghadiri Temu Nasabah PT PNM Mekaar se-Kabupaten Bantul di Lapangan Keyongan Kidul Sabdodadi, Bantul, Selasa (30/1).
TERBAIK: Presiden Joko Widodo saat menghadiri Temu Nasabah PT PNM Mekaar se-Kabupaten Bantul di Lapangan Keyongan Kidul Sabdodadi, Bantul, Selasa (30/1).

BANTUL – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemui lima ribu nasabah Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar Bantul di Lapangan Keyongan Kidul Sabdodadi, Bantul, Selasa (30/1).

Jumlah nasabah PNM Mekaar semakin berkembang. Presiden pun mengapresiasi ribuan nasabah perempuan yang bergabung di dalamnya.

"Kita ingat tahun 2015-2016 nasabah PNM Mekaar kira-kira baru empat ratus ribu. Hari ini sudah 15,2 juta dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote," katanya, Selasa (30/1).

Dengan perkembangan nasabah yang pesat, Jokowi menilai program yang didesain PNM Mekaar disambut dengan baik oleh pelaku UMKM.

Ia berharap dengan keikutsertaan di PNM Mekaar, pelaku UMKM bisa naik kelas.

Di mana, usaha mikro bisa menjadi usaha kecil, lalu usaha kecil menjadi usaha menengah, kemudian usaha menengah menjadi usaha besar.

“Tetapi, memang harus setahap demi setahap, tidak bisa ujug-ujug langsung besar menjadi pengusaha menengah," ujarnya.

Jokowi menyampaikan, pada tahun 2015-2016 pinjaman yang digelontorkan PNM Mekaar kepada pelaku UMKM mencapai Rp 800 miliar. Saat ini telah berkembang hingga Rp 237 triliun.

Ia melihat ada peluang bagus agar program PNM Mekaar ini dapat mengangkat ekonomi nasional.

Ia pun mengingatkan para nasabah PNM agar menjadi pengusaha yang baik dengan rutin membayar angsuran.

"Di PNM yang kredit macetnya sangat kecil sekali, hanya 0,5 persen. Padahal, di bank ada 2 sampai 5 persen. Ini kecil sekali. Artinya, ibu-ibu disiplin untuk kerja keras, untuk menghasilkan produk apapun," ucapnya.

Baca Juga: Dispertaru DIY Tegur Lurah Timbulharjo Terkait Penggunaan TKD Gabusan di Bantul untuk Hunian

Menurutnya, kinerja PNM Mekaar selama ini sudah terjaga dengan baik. Apalagi, nasabah PNM tercatat sebagai nasabah yang disiplin.

Meski begitu, ada tiga sikap penting yang harus dijaga oleh nasabah PNM Mekaar. Yakni, sikap jujur, disiplin, dan kerja keras.

Dengan tiga sikap itu, para nasabah diyakini dapat meraih kesuksesan dalam beberapa tahun yang akan datang.

"Itu modal kuat bagi pengusaha untuk sukses di masa yang akan datang. Modal semangat itu penting sekali, semangat kerja keras," imbuh Jokowi.

Sementara itu, Direktur Utama PNM Mekaar Arief Mulyadi mengatakan, dalam kegiatan tersebut ada sekitar lima ribu orang yang mewakili 32 ribu nasabah PNM Mekaar Kabupaten Bantul.

Saat ini sudah ada 15,2 juta orang yang bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar. Di mana, Kabupaten Bantul menjadi nasabah terbanyak se-DIY.

"Kabupaten Bantul ini memiliki jumlah nasabah PNM Mekaar yang paling banyak di antara lima kabupaten/kota se-DIY, yang hari ini tercatat kurang lebih ada 98.500 nasabah aktif," jelasnya.

Ia menilai, sejauh ini PNM Mekaar mampu memberikan dampak positif di tengah-tengah masyarakat Indonesia dalam memberdayakan sektor ultra mikro.

PNM Mekaar juga telah melakukan pelatihan usaha pada 4,7 juta orang nasabah pada 2023 dengan menggandeng Bank BRI dan PT Pegadaian.

"PNM terus berkomitmen, memberikan tiga modal utama yakni modal finansial, intelektual, dan sosial," tandasnya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#presiden joko widodo #kerja keras #Jokowi #Bantul #pnm #Mekaar